Hey, sayang.
Bagaimana perjalananmu selama setahun ini?
Petualanganmu menyenangkan?
Cerita apa yang ingin kau bagikan kepadaku?
Sangat senang melihatmu datang kembali. tak sia-sia kutunggu sampai larut malam, di penghujung gerbang cakrawala yang menorehkan garisnya ketika aku mulai menguap karena kantuk tak tertahankan.
Apa kabarmu, sayang?
Masih letih karena petualanganmu mengelilingi bumi?
Sama, aku juga lelah, sedikit pegal, banyak hal yang harus kubenahi belakangan ini.
Eh, selama perjalananmu, apakah kau sempat bertemu atau berpapasan dengan Ketenangan?
Aku merindukannya juga. tak pernah ada kabar darinya. mungkin ia masih marah padaku.
Aku akan meminta maaf padanya jika ia sudah kembali.
Mana buah tangan untukku?
Kau masih tahu apa yang kuinginkan, bukan?
Baguslah..
Semoga kau tidak kerepotan saat berusaha mendapatkannya..
Sedikit lagi, koleksiku akan lengkap. dan terimakasih padamu karena telah menemaniku untuk melengkapinya..
Aku mulai mengerti..
Mengerti sedikit demi sedikit akan diriku, yang sudah terlampau jauh terlupakan.
Akan sikap orang-orang kepadaku, dan beberapa orang-orang tertentu.
Sangat ingin kau untuk mengenali mereka, dan lihatlah sendiri, mereka itu persis seperti yang telah ku ceritakan.
Meskipun beberapa dari mereka membuatku kerepotan, tapi aku akhirnya tetap bisa senang, berusaha untuk mengerti.
Musim penghujan telah tiba.
Sebagai alarm pengingat, atau surat kabar yang memberitahuku bahwa kau akan datang.
Dan benar, hujan berhasil menyambutmu dengan riang.
Ia tetap menari walau banyak yang mengeluh, bukan salahnya kalu menurutku.
Ia membuat tanah tetap lembab, meski tanpanya tanah masih bisa lembab.
Lihat, dengan sedikit lebih dekat, awan hitam selalu menemaninya.
Meski terlihat kecil, namun masih bisa menyirami area yang luas. Hebat, bukan?
Rerumputan memberikan respon yang menyenangkan, mereka dengan semangatnya, tumbuh semakin tinggi dan lebat.
Bahkan, aspal panas yang tersiram hujan pun mengeluarkan aromanya yang khas.
Sungguh, semuanya menjadi amat menyenangkan karena kau kembali.
Semuanya menjadi ceria, meski beberapa orang melambangkannya sebagai kesedihan.
Tak mengapa, mereka hanya belum mengerti.
Senang bisa membukakan pintu rumah dan minum teh bersamamu di ruang keluarga yang selalu nyaman dan berhasil membuat kita tak lagi bisa menahan kantuk di ujung pembicaraan.
Sangat menyayangimu, November.
Welcome Home, Dear
Hari Ini Kau Berusia 2 Tahun
3 tahun yang lalu

Asseekkk... terharuku...
BalasHapusLam knal yua...... Aq nag makassar..
@anonim: hhehehe,. :)
BalasHapus@sukri: hhahahaha,. yep, salam kenal balik,.
:)