Selasa, 26 April 2011

Black_Sky #1

Sejenak, sebuah koper kau letakan tepat disamping kaki kananmu.
mengibas-ngibaskan kedua tangan dan menguap.
aku butuh segelas teh, katamu.
seberapa lama kau akan meminumnya? kataku
entahlah, aku hanya ingin menikmatinya, katamu, pesek.
baiklah.
- "berjanjilah kau akan tinggal" . . . 

- "pasti, harus kemana lagi aku?



Sekarang, mau dibilang senang, tak bisa karena ego masih menganggu,
Mau dibilang sedih, tidak juga, karena senyumku sudah kembali melamar embun.
Mengapa selalu ada penengah saat sedang tak ingin ditengahi?
Mengapa selalu ingin memiliki, sementara yang kumiliki hanyalah diriku saja?

- "sekarang apa?"

- "momen apa yang membenturmu?"

Minggu, 03 April 2011

Tidak sekedar basah

Hujan telah berhasil mengepel tubuhku
juga sedikit kegundahan telah ia hanyutkan
tepat di got pinggir jalan saat ia digenangi lumut, air, dan sampah
serta disenangi pecandu hujan sepertiku


mengapa mesti munafik jika memang ini yang sedang kita ingini?
mengapa mesti berbohong jika sedikit jujur akan mengurangi beberapa perih kemudian?
dan mengapa sukar menjawab "mengapa"?

Sabtu, 02 April 2011

Untukku yang sedang "Entah"

Hei, bangunlah, senja tak lagi muda
Malam akan segera lahir, diiringi sayap-sayap imaji
Melantunkan angin dan udara malam
Khas siklus hidup kalong yang kau adopsi.

Untuk sejenak saja, biarkan aku sendiri

Sesekali aku menengadah ke langit-langit
Berharap yang berada di ujung pandangku itu adalah langit nyata
Dan semoga ketidakjelasan yang melanda menjadi satu kejelasan

Entahlah

Wew, cukup lama tak menulis sesuatu,.
cukup lama pula muak, benci, caci-maki dan gundahku kubiarkan terendam kesibukan,.
Entah kegilaan semacam apa ini,.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-