Tampilkan postingan dengan label Black_Sky. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Black_Sky. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

#1

27 November 2011
01:54 A.M

"But i'm down to my last, i'm standing here alone.
Looking back, on it all.
But i'm down to my last, i'm ready but i'm wrong.
And i'm blind to it all"
-Alterbridge / Down to My Last-

Seharusnya telah kesekian tahun yang menjadi pembatas buku untuk cerita kita, cerita yang takkan habis, atau seharusnya seperti itu, juga.
Meski tak bersama, kau tetap meluangkan waktumu untuk memahami dan merefleksi kita.
Aku sendirian di sini dan terus terbakar habis dan tak lama lagi menjadi abu.
Kau di sana, juga sendirian, berbaring lemah dengan nafas yang semakin cepat dan detakan jantung yang semakin kuat, juga airmata yang tak kunjung terputus, semoga kenangan-kenangan itu tak terpecah ke dalam tangismu, lalu kemudian mengering di bagian bahu bajumu, tempatmu biasa menghapus airmatamu.

Rabu, 26 Oktober 2011

If Only

"Hey!", katanya. "Apa yang membuatmu begitu mudah meledak belakangan ini?"
"Entah apa yang mengguncang ketenanganku belakangan ini, Aku melupakan ketenangan yang dulu kau sarankan", jawabku sembari heran sendiri.
"Ayolah, lakukan hal-hal lain yang bisa membuatmu berpikir bahwa kaulah orang yang paling kesepian di dunia ini. Dan berhanti membenci sesuatu hanya karena ia tak sesuai dengan keinginanmu"

Yang dia katakan itu sama sekali tidak salah, malah berhasil menyumbat keras-kepalaku, lalu membungkam teriakan yang betul-betul menguras tenagaku.
"Maaf, mungkin memang kedengarannya mudah bagi saya untuk mengatakan ini padamu, tapi hanya ini yang bisa kulakukan untukmu sekarang.", ujarnya dengan penuh rasa bersalah.
Didera sedih yang semakin membuncah, aku, "Tak mengapa, aku tak berpikir seperti itu. waktumu memang terbatas untukku, dan itu bukan kesalahanmu. Sepertinya saya yang terlalu benyak berbuat kacau."

"Kelak, keluarga kita akan sangat menyenangkan", ucapnya dengan pipi yang memerah, "Semuanya pandai memasak. hahahaha..."
"yeah, semoga itu bukan sekedar keinginan belaka..."
Setelah itu terdiam, bersiap melangkah pergi, ia menegurku, "Hey"
punggungku tetap menghadap ke depan, perlahan kepalaku berbalik memandanginya, sungguh celaka kejadian yang membuat kita seperti ini, pikirku dengan bumbu penyesalan.
Ia melanjutkan, "Aku mencintaimu"

Senin, 30 Mei 2011

Maaf

Akh, masih saja terkungkung, masih terpenjara, di rasa yang sama. Padahal seharusnya sudah bisa merobohkan tembok penjara rasa dan bisa keluar dengan tenang. Tapi tetap saja banyak halangan, ini-lah, itu-lah, apa-lah. Sialan! Untuk semua yang pernah kita alami, persetan semuanya! Mohon disobek, letakkan dalam kaleng bekas ikan sarden semalam, lalu bakar dan letakkan di depan kamar, di atas tembok yang biasa kau duduki, lalu kau, duduklah tepat dimana pintu biasa membuka-menutup, dan saksikan perlahan, sampah-sampah itu menyala, kuning bergaris merah dari tengah hingga di luarnya. Anggap saja ia kunang-kunang semasa mati lampu, yang sering kau kagumi selayaknya semug teh hangat kesukaanmu, dan -ku.

Minggu, 01 Mei 2011

Black_Sky#2

Sebuah kotak kardus berisikan nestapa dan duka ia rekatkan dengan lakban. Lalu kemudian menutupinya dengan kertas cokelat, penuh debu, sejenak ia hentakkan, lalu ia tiup-terbangkan ke segala kordinat. Kain lusuh yang sekian lama selalu mengelap keringat dan bekas-bekas noda lain di tubuhnya kemudian ia gunakan untuk mengelap sisa-sisa debu yang masih keras kepala. Sedari 27 menit yang lalu itu, ia hanya melakukan aktifitas itu. Dengan sesekali tersenyum, lalu dengan cepat menjelma menjadi tangis, secepat seseorang berdiri, segera setelah jatuh didepan khalayak ramai nan sunyi. Ia adalah wanita, yang telah mengakrabkan diri dengan perih dan pedih selama kurang lebih 8 bulan.

Selasa, 26 April 2011

Black_Sky #1

Sejenak, sebuah koper kau letakan tepat disamping kaki kananmu.
mengibas-ngibaskan kedua tangan dan menguap.
aku butuh segelas teh, katamu.
seberapa lama kau akan meminumnya? kataku
entahlah, aku hanya ingin menikmatinya, katamu, pesek.
baiklah.
- "berjanjilah kau akan tinggal" . . . 

- "pasti, harus kemana lagi aku?



Sekarang, mau dibilang senang, tak bisa karena ego masih menganggu,
Mau dibilang sedih, tidak juga, karena senyumku sudah kembali melamar embun.
Mengapa selalu ada penengah saat sedang tak ingin ditengahi?
Mengapa selalu ingin memiliki, sementara yang kumiliki hanyalah diriku saja?

- "sekarang apa?"

- "momen apa yang membenturmu?"

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-