Senin, 02 September 2013

Midnight Tea Talk

Terbangun lagi.
Entah yang ke berapa kalinya sejak saat itu.
Bantalku seakan tak lagi sanggup menjadi mesin waktu yang mengantarku menuju esok. Ah, bantalku sayang, sebaiknya kau membuatkanku segelas besar teh hangat, sakit kepala telah kembali.

Minggu, 04 Agustus 2013

Hei, Langit Malam

Hei, apa kabarmu, langit malam penuh misteri?
Lama tak bersua, kau semakin gelap dan dingin saja.
Senter dan selimut belum pernah cukup membantu sejauh ini.
Semoga kau baik-baik saja.
Kau harus baik-baik.

Kamis, 04 Juli 2013

Rindu Mimpi

Ah, senang juga, akhirnya bisa berbaring di bukit melankolis ini.
Tanah yang lembab berbaring bersamaku, jemariku menari mengikuti ayunan rumput yang menghampar di sekelilingku. Menatap langit di bawah bayang teduhnya pohon jambu memang menyenangkan. Sedikit memicingkan mata, serasa ada yang aneh. Aku melihat wajahnya terlukis di gumpalan awan yang perlahan berarak menjauh.

Beberapa hari berlalu, aku masih di sini, menatapnya dalam rindu.
Melamun dalam lelah membuatku tertidur.
Aku mendekap hangat yang ia titipkan.

Semoga ketika kuterbangun, ia ada di sampingku.

Selasa, 11 Juni 2013

Lets Take a Pause

Agak mendung, pagar kututup dari luar, mulai melangkah menuju ujung lorong. Bayanganku  nampak begitu tipis, serupa nafasku. Perlahan langkahku semakin miring, mencari jalan yang memiliki bayangan, terlindung dari sinar matahari. Sejenak berhenti, kutengadahkan kepalaku ke atas, di sini sudah semakin terang saja, ke mana mendung yang tadi? Debu serasa sama lekatnya dengan udara siang ini, aku pun merasa sedikit tak bersemangat sejak tadi.

Jumat, 07 Juni 2013

Kau, Hujan, dan Bangku Taman

Dingin mulai menusuk.
Aroma rumput basah pun semakin pekat terasa. Duduk di kursi ini adalah hal lain. Hal lain yang kadang menyenangkan. Angin mengalir masuk dan memeluk leher serta belakang kepalaku, sementara kipas angin di sampingku tak kunjung berhenti memperparah dingin hanya demi mengusir nyamuk. Ah, aku ingat sekarang.
Aku menemuinya di sini, bersama hujan yang sorai di luar.

Kamis, 06 Juni 2013

Pecahan Malam

Malam telah pecah, langit mulai retak.
Perlahan, pecahan mozaik-mozaik yang menyusunnya mulai jatuh satu persatu.
Sejenak hampa, lalu kembali bising.
Aku melihat bahumu semakin meninggi.
Perlahan memudar, lalu hilang bersama gelapnya malam.
Sampai jumpa esok, atau esoknya lagi, sungai langit.

Rabu, 05 Juni 2013

Kenang dan Hujan

Tanah masih sembab, katanya semalam langit sedang menangis.
Entah ia sedang bahagia - melihat apa yang ia miliki - atau bisa juga sedang bersedih karena kehilangan.
Tak ada yang tahu pasti, terkadang langit dan hujan bisa menjadi begitu misterius.
Seperti monyet kecil yang bergelayutan di betisku, memeluknya hangat.
Kadang terasa begitu sejuk ketika menatap matanya yang kelabu.
Aku senang berbaring di sini dan memandangnya seenakku, tanpa ia ketahui.
Kalaupun kedapatan, ya aku hanya bisa tersenyum kecil.

Minggu, 26 Mei 2013

Hujan Malam Ini

Di balik jendela kaca ini, sedang hujan.
Kau baru saja melangkah menjauh, ke tempat di mana letih mu kau sandarkan, ke sana.
Malam ini begitu indah, memaksa kita untuk membungkam diri di dalam ruangan.
Masih bisa menciptakan keramaian, namun kau memilih kesunyian.
Sebuah diam yang memberiku begitu banyak tanya.
Mengapa malam mesti berusaha untuk memperlebar lubang hitam di dadaku?
Oh, pergi.
Ah, datang.
Terkadang keduanya betul-betul tak diinginkan.

Persis seperti ketika aku berusaha menemukan bagian terpanjang dari selimutku.
Dalam dingin, kau kucari, karena kau, adalah hangat.
Dalam malam yang menggerogoti.

Jumat, 24 Mei 2013

Keane - Sovereign Light Cafe

Sedang Jatuh cinta dengan Lagu ini, dan sampai kapanpun tidak akan pernah bosan!
:D
Dari alur cerita sampai musik, selalu menenangkan.
Enak didengar ketika sedang beristirahat dan mengingat dia :D







Keane - Sovereign Light Cafe

I'm going back to the time when we owned this town 
Down Powder Mill Lane and the battlegrounds  
We were friends and lovers and clueless clowns  

I didn't know I was finding out how I'd be torn from you  
When we talked about things we were gonna do  
We were wide eyed dreamers and wiser too  

We'd go down to the rides on east parade  
By the lights of the palace arcade 
and watch night coming down on the sovereign light café 

I'm begging you for some sign but you still got nothing to say  
Don't turn your back on me, don't walk away  
I'm a better man now than I was that day 

Let's go down to the rides on east parade 
By the lights of the palace arcade 
and watch night coming down on the sovereign light café 
Let's go down to the bandstand on the pier  
Watch the drunks and the lovers appear  
to take turns as the stars and the sovereign light café 

I wheel my bike off the train, Up the north trade road 
And look for you on marley lane,  
In every building and every street side,  
Oh why did we ever go so far from home? 

But you've got nothing to hide, you can't change who you really are  
You can get a big house and a faster car  
You can run away boy, but you won't go far

Let's go down to the rides on east parade 
By the lights of the palace arcade 
and watch night coming down on the sovereign light café 
Let's go down to the bandstand on the pier  
Watch the drunks and the lovers appear  
To take turns as the stars and the sovereign light café 

sha la la la la la y eh, 
yeah, 
I'm going where the people know my name.



#Lirik dari musik British memang selalu romantis, dan selalu berhasil menyentil hal-hal kecil yang kadang terlupakan ^^v 

N.B : Dengarkan sebelum kau tertidur ya ;)
Selamat malam

Oh, Stella

Menjadi sebuah hari raya bagiku jika aku bertemu dengannya.
Tak ada masalah, aku bisa bangun jam berapapun selama ia ada di sampingku.
Aku tahu, ia selalu mengungguku terbangun, meski hanya untuk mengucapkan selamat pagi padaku.
Dan aku - seringnya - terbangun pada siang hari.

Sabtu, 18 Mei 2013

Jelaga Kenangan



Sedikit penat, kumainkan musik dari mp3 player-ku.
Mengiringi rehatku yang hanya sejenak.
Beberapa detik kemudian, ketika musik mulai mengalun, aku memejamkan mata. Sesaat gelap, lalu terang, namun sama hampanya. Rasanya aku tahu tempat ini, dan aku tahu beberapa saat lagi akan bermunculan jutaan lorong menuju masa-masa yang kuinginkan. Dan rasanya, untuk malam ini, aku ingin merajai rasa yang takluk oleh pion-pion kenangan pada sebuah taman yang begitu kukenal, dan sepertinya terletak tepat di belakang rumahku.

Malam Masih Panjang



Bintang timur sudah nampak sedari tadi.
Malam ini angin cukup dingin, dan aku kembali ke tengah puing kapal pecah ini.
Tempatku menghancurkan sesuatu dan membuat sesuatu yang baru lagi.
Berbaring di antara reruntuhan terasa sedikit lebih nyaman dari biasanya.
Dan di sini, malam ini pula aku pun perlahan runtuh, menjadi puing-puing dari sebuah kehancuran yang kelak melahirkan sesuatu yang baru.

Minggu, 12 Mei 2013

Terjaga



Subuh ini terasa aneh.
Belum beberapa jam tertidur, aku kembali terjaga, dan tidak kosong. Begitu banyak pertanyaan yang tiba-tiba menyergap batinku, dan membuatku sejenak hampa.
Sudah berapa banyak langkah yang telah kujejakkan hingga aku bisa sampai di sini?
Aku lantas pusing, mengingat banyaknya kemungkinan yang bisa saja membawaku ke tempat lain selain ruang tamu berukuran 6x4 ini. Maksudku, aku bisa saja mengenal orang-orang baru, dan bisa saja malam ini aku sedang begadang bersama mereka, bercerita mengenai sesuatu hingga kantuk menjelang.
Atau bisa saja aku sedang terduduk sendirian di tepi pantai di Honolulu, menikmati angin dingin menyambut pagi  yang hangat.
Belakangan ini, langkah teman-temankuku berhasil membuatku mempertanyakan milikku sendiri.
Apakah ini jalanku menuju ke tempat yang kuinginkan?

Minggu, 21 April 2013

Dan Aku Tahu

Malam saja sudah larut, apalagi pikiranku yang sedari tadi mengawang-awang, larut dalam diam.
Sunyi malam ini begitu memekakkan telinga, bahkan setetes air di atas atap kamarku pun menjadi begitu heboh.
Berbaring di sisi kanan kasurku, aku merentangkan kedua tanganku ke samping. Tangan kananku menutupi kedua matanya yang begitu lekat dengan kulitku. Ia juga berbaring di sampingku, menatap langit-langit kamar. Mungkin saja ia sedang membayangkan langit-langit ruang makan Hogwarts yang berselimutkan langit dan bintang.
Ia terpingkal sejenak lalu kembali terdiam.

Jumat, 12 April 2013

Hidupmu, bukan milikmu.


“ini adalah hidupmu”, katanya. Dan setiap detiknya adalah misteri, sebuah bom yang takkan kau ketahui kapan akan meledak, sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, entah kapan akan menabrak sesuatu, dan itu adalah hidupmu. Kau tak tahu kapan akan berakhir. Kemungkinannya adalah setiap saat. Ia mengucapkannya tanpa sedikitpun keraguan, ia betul-betul telah memahaminya. Rasa sakit pernah menghancurkan dirinya, dan sekarang ia berhasil berpijak dengan dirinya yang baru. Ada kagum yang kusematkan pada tatapanku untuknya.

Kamis, 14 Maret 2013

Trotoar


Terkadang saya berputar pada satu sirkuit, melewatinya tanpa henti hingga keringat dan letih menghampiri, dan saya masih tak tahu mengapa. Begitu banyak pertanyaan aneh yang bermunculan di waktu-waktu aneh pula, atau setidaknya tidak terduga. Ada banyak kemungkinan di tiap jalur yang dilalui sang waktu, setiap orang memiliki pilihan kemungkinannya masing-masing. Bentuk seperti apa yang kelak dapat diperoleh dengan menghubungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut?

Sabtu, 02 Maret 2013

La Vida Simille

Pendar cahaya lampu jalan menembus jendela kaca ruang tengah dan merambah ke permukaan kulit legamku, sesaat menyentuh lengan kursi sebelum berhasil mencapa jemariku. Sejenak merasa tak nyaman, terjebak, dan berdinding jeruji. Ada yang menghampiriku dari balik bahu ku, aku merasakan kakinya mengayun dan menjejakkan langkah di lantai. Tepat di belakang kursi yang kududuki ini.

Selasa, 08 Januari 2013

Madam Justice

Hello, dear lady.
A lovely evening, is it not?
Forgive me for intruding.  Perhaps you were intending to take a stroll.  Perhaps you were merely enjoying the view.
No matter.  I thought that it was time we had a little chat, you and I.
Ahh…I was forgetting that we are not properly introduced.
I do not have a name.  You can call me V.
Madam Justice…this is V.
V…this is Madam Justice.
Hello, Madam Justice.
“Good evening, V.”
There.  Now we know each other.  Actually, I’ve been a fan of yours for quite some time.  Oh, I know what you’re thinking…
“The poor boy has a crush on me…an adolescent infatuation.”
I beg your pardon, Madam.  It isn’t like that at all.
I’ve long admired you…albeit only from a distance.  I used to stare at you from the streets below when I was a child.
I’d say, to my father, “Who is that lady?” and he’d say, “That’s Madam Justice.”  And I’d say, “Isn’t she pretty.”
Please don’t think it was merely physical.  I know you’re not that sort of girl.  No, I loved you as a person. As an ideal.
That was a long time ago.  I’m afraid there’s someone else now…
“What?  V!  For shame!  You have betrayed me for some harlot, some vain and pouting hussy with painted lips and a knowing smile!”
I, Madam?  I beg to differ!  It was your infidelity that drove me to her arms!
Ah-ha!  That surprised you, didn’t it?  You thought I didn’t know about your little fling.  But I do.  I know everything!
Frankly, I wasn’t surprised when I found out.  You always did have an eye for a man in uniform.
“Uniform?  Why, I’m sure I don’t know what you’re talking about.  It was always you, V.  You were the only one…”
Liar!  Slut!  Whore!  Deny that you let him have his way with you, him with his armbands and jackboots!
Well?  Cat got your tongue?
Very well.  So you stand revealed at last.  You are no longer my Justice.  You are his Justice now.  You have bedded another.
Well, two can play at that game!
“Sob!  Choke!  Wh-who is she, V?  What is her name?”
Her name is Anarchy.  And she has taught me more as a mistress than you ever did!
She has taught me that justice is meaningless without freedom.  She is honest.  She makes no promises and breaks none.  Unlike you, Jezebel.
I used to wonder why you could never look me in the eye.  Now I know.
So goodbye, dear lady.  I would be saddened by our parting even now, save that you are no longer the woman that I once loved.
Here is a final gift.  I leave it at your feet.
The flames of freedom.  How lovely.  How just.  Ahh, my precious Anarchy…
“O beauty, ’til now I never knew thee.”


Valerie's Letter

I know there's no way I can convince you this is not one of their tricks, but I don't care, I am me.
My name is Valerie, I don't think I'll live much longer and I wanted to tell someone about my life.
This is the only autobiography i'll ever write, and god, I'm writing it on toilet paper.

I was born in Nottingham in 1985,
I don't remember much of those early years, but I do remember the rain.
My grandmother owned a farm in Tuttlebrook,
and she use to tell me that god was in the rain.
I passed my 11th lesson into girl's grammar;
it was at school that I met my first girlfriend, her name was Sara.
It was her wrists. They were beautiful. I thought we would love each other forever.
I remember our teacher telling us that is was an adolescent phase people outgrew.
Sara did,

I didn't. 

In 2002 I fell in love with a girl named Christina.
That year I came out to my parents. I couldn't have done it without Chris holding my hand.
My father wouldn't look at me, he told me to go and never come back.
My mother said nothing. But I had only told them the truth, was that so selfish?
Our integrity sells for so little, but it is all we really have. It is the very last inch of us, but within that inch, we are free.
I'd always known what I wanted to do with my life, and in 2015 I starred in my first film, "The Salt Flats".
It was the most important role of my life, not because of my career, but because that was how I met Ruth. The first time we kissed, I knew I never wanted to kiss any other lips but hers again.
We moved to a small flat in London together.
She grew Scarlet Carsons for me in our window box,
and our place always smelled of roses. Those were there best years of my life.
But America's war grew worse, and worse.
And eventually came to London.
After that there were no roses anymore. Not for anyone.

I remember how the meaning of words began to change.
How unfamiliar words like 'collateral' and 'rendition' became frightening.
While things like Norse Fire and The Articles of Allegiance became powerful,
I remember how 'different' became 'dangerous'.
I still don't understand it, why they hate us so much.
 They took Ruth while she was out buying food.
I've never cried so hard in my life.
It wasn't long till they came for me.

It seems strange that my life should end in such a terrible place, but for three years,
I had roses, and apologized to no one.
I shall die here.
 Every inch of me shall perish.
Every inch, but one.
An Inch, it is small and it is fragile, but it is the only thing the world worth having.
We must never lose it or give it away.
We must never let them take it from us.
I hope that whoever you are, you escape this place.
 I hope that the world turns and that things get better.

But what I hope most of all is that you understand what I mean
when I tell you that even though I do not know you,
and even though I may never meet you,
laugh with you,
cry with you,
or kiss you.
I love you.
With all my heart,
I love you.

-Valerie, V For Vendetta

Night of 1913

Hujan lagi, lalu becek lagi, lalu semua orang mulai memaki, lalu banjir lagi: cucianku belum lagi kering, dan semua orang semakin memaki.
Musim penghujan telah tiba, saatnya beristirahat dari aktifitas keseharian, saatnya menarik diri dan mengenang.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-