Sabtu, 18 Mei 2013

Malam Masih Panjang



Bintang timur sudah nampak sedari tadi.
Malam ini angin cukup dingin, dan aku kembali ke tengah puing kapal pecah ini.
Tempatku menghancurkan sesuatu dan membuat sesuatu yang baru lagi.
Berbaring di antara reruntuhan terasa sedikit lebih nyaman dari biasanya.
Dan di sini, malam ini pula aku pun perlahan runtuh, menjadi puing-puing dari sebuah kehancuran yang kelak melahirkan sesuatu yang baru.


Kenangan,
Begitu banyak yang tersimpan.
Dan tak sedikit yang kuhancurkan, agar dapat kupandangi dengan jelas.
Di kamar ini.
Kau, dia, dan mereka; kuhancurkan.
Mengamati segala hal dari detail terkecil bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas untuk melihat keseluruhan.

Di kamar ini, aku menjadi barbar.
Menghancurkan segala sesuatu yang kubenci.
Di tengah ruangan ini, aku menjadi dokter.
Membedah, menganalisa, dan mengobati hal-hal  yang ingin kulindungi.
Dan di kamar ini aku adalah malaikat kehidupan.
Kembali menghidupkan semua yang telah berpulang.
Kadang, di saat yang bersamaan,
Di sini sepi,
Juga ramai.

Pensil, buku sketsa, kumpulan tulisan,
Tergeletak menemani malam yang kurindukan; sendiri.
Segelas teh hangat, dan sebungkus rorok.
Adalah pelekat dari satu bingkai kenangan yang kurindukan.

Dan kita hanya bisa menyesap segelas teh sembari memandangi.
Malam masih panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengomentari :)

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-