"Tapi sebelah mataku yang lain menyadari gelap adalah teman setia, dari waktu waktu yang hilang "
-ERK-
Yah, baru setelah beberapa langkah di bulan-bulan penhujung tahun kemarin aku bisa menyadari.
Menyadari mengapa berjalan kaki bersama hujan - yang kadang di benci banyak orang - merupakan ereksi ternikmat bagiku. Menyadari mengapa berbaring sendiri di kamarku yang tak jauh lebih nyaman dari gudang yang dipenuhi sarang laba-laba, juga debu, adalah delirium yang selalu mengajakku memutar langkah, sejenak melangkah ke belakang, kembali menyusuri sungai sejarah, di mana hidupku tak selalu bening - kadang keruh, dipenuhi bebatuan, lumut, juga pasang-surut hiruk-pikuk berbagai macam kehidupan lainnya.
Yah, dan aku juga menyadari, selama ini, aku hanya terus-menerus menjemur impianku di halaman belakang diriku, berharap akan segera kering tanpa perlu kulakukan apa-apa,"tunggu saja mentari yang akan mengeringkannya", begitulh yang selama ini tanpa sadar kuamini.
Ini bukanlah refleksi menuju resolusi tahun baru ala para spectacle agent yang belakangan ini semakin kuat menyerobot mencari makan, untuk diberi pada ego - anaknya..
Ini hanyalah Aku, yang tanpa kusadari dan kusengaja sendiri, ditemani gelap, kembali mengeja waktu-waktuku yang terbuang, dipungut oleh entah siapa, dan akhirnya menghilang.
Selama ini aku bagai wujud manusia dari segala janji yang pernah kulontarkan seenaknya, dan aku harus segera memenuhinya agar aku bisa kembali menjadi aku.
Aku mencintai diriku, demi ribuan jejak kaki yang telah kulangkahkan hingga saat ini.
Mengingat deras hujan yang menyegarkanku, ia setia, aku merindukannya, dan aku selalu menunggunya datang.
Tunggu saja, Eropa, aku akan melangkahkan kakiku di halamanmu,
Nurul, lihat saja nanti.
Sebelum itu terjadi, aku takkan kalah oleh bibit kanker sialan ini !!!
:)
Hari Ini Kau Berusia 2 Tahun
3 tahun yang lalu

kanker ?
BalasHapushhehehe,.
BalasHapus^^v