Senin, 07 Mei 2012

Mayday #2


Hai, apa kabarmu tahun ini sayangku?
Gulali awan senja selalu saja manis jika didampingi oleh gumpalan amarah yang membawa harapan untuk dititipkan pada masa depan.
Cumulonimbus yang makin pekat pun membawa tangis kesedihan, ia menyaksikan bumi disiksa oleh mesin. Ia menjadi saksi bisu ketika alam dimanipulasi menjadi lembaran-lembaran uang yang terus menerus diperebutkan.

Air makin keruh, ia tersesat ; berpendar , di padatnya gedung-gedung megah yang tak memberinya jalan, menjulang teramat tinggi, mengotori langit. Kadang aku tak menikmati setiap spectrum cakrawala setiap kali berjalan menyusuri ramainya kesibukan kota hancur ini.
Sayangku, aku tahu kaupun marah. Aku tahu kaupun menangis. Dan aku tahu, kau sedang mencari cara untuk membalas.
Tenang saja, sayang, aku dan teman-teman kita selalu menantimu.
Kami ingin mendengar celotehmu tentang kesukaanmu pada sepatu-sepatu yang kami lepaskan; bertumpuk tak teratur,  tepat di atas keset depan pintu kamarmu setiap kami datang berkunjung.
Aku rindu tiap kali kau menyambar lenganku lalu berlari, memaksaku menyamakan langkah, lalu berhenti pada atap sebuah pertokoan megah yang telah rubuh. Lalu kau akan berkata, “Lihat, entah mengapa, sejak bersamamu aku senang memandangi awan melompat-berlarian seperti kelinci. Kau tahu, mereka seakan berlomba untuk mencapai mentari temaram di ujung sore. Mentari itu adalah kebebasan bagi mereka. Dan sebaiknya awan-awan yang keriangan itu adalah kita semua; bersama-sama berlomba mencari cara masing-masing untuk mendapatkan kembali kebebasan kita. Ya, milik kita sejak lahir yang kemudian mereka curi bahkan ketika sebelum kita bisa mengucapkan ‘Ibu’ ”.
Ya, sayangku, aku pun percaya akan hal itu.
Beberapa hari lagi kau akan tiba.
Kami akan menyambutmu seperti yang biasanya kau sukai; dengan kobaran api dan dansa yang menghiasi lantainya.
Aku merindukanmu, caramu menari, juga impianmu.
Hingga saat itu, sampai jumpa.

#Menuju Mayday 2012. Dengan segenap rindu dan amarah, mari merobohkan kerangkeng!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengomentari :)

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-