Selasa, 24 April 2012

satu-lima-lima-dinihari

"Kamu puasa", tanyanya. "Tidak", jawabku.
Ia lalu menarik nafasnya, dalam. tangannya berayun menuju meja, jarinya menari melingkari gagang cangkir yang berisikan teh hangat dengan 1 1/2 sendok gula yang larut dalam adukannya, juga lamunannya. "Aku tak mengerti dengan semua sel-sel amarah dalam darahmu. Aku tak mengetahui tempo iramanya, dan jelas aku tak tahu kapan kau meledak. Aku tak meledek", lalu ia menyeruput teh hangat di tangan kanannya dengan dingin.

Minggu, 25 Maret 2012

To: Those who dare to put their steps outside the boxes

Kiri dan kananku mulai membisu, semua palsu.
Atas dan bawahku mulai memaku, di tengahnya berserakan debu.
Aku berdiri ketika pikiranku sedang jongkok.
Aku berjongkok ketika sekelilingku sedang terbaring.

Lihat, depan dan belakang tak lagi sama.
Masih segaris memang, namun takkan sama lagi.
Maju pun takkan lebih mudah dari mundur.
melompat ataupun berlari, tetap saja anak kelelahan.

"Dia", "kalian" dan "mereka"  memulai garisnya, menetapkan satu titik di mana ia telah lebih jauh menapakkan langkahnya.
Titik itu diarahkan padaku, lalu meintaku untuk menghubungkannya dengan titikku saat ini.
Dengar, sejauh ini lah aku mendahuluimu.
Lihat, tak usah dihitung, toh kau tetap saja akan mencapainya.
Ingat, setahuku, kau paling tak ingin kalah denganku.

Ketika semuanya menjadi menyebalkan, kadang aku bosan menjadi menyenangkan.
Ketika semuanya menyenangkan, justru aku menjadi membosankan.
Tak semua permintaan bisa diwujudkan.
Permintaan membutuhkan pengorbanan, dan kita hanya memiliki sedikit saja keberanian untuk itu.
Menjadi kuat bukanlah dengan fisik yang batu serta kekar.

Menjadi kuat itu simpel, cukup miliki keberanian untuk menciptakan langkah-langkah kesempatan, itu saja.
Dan di situlah letak di mana orang menyebutnya suliit.
Tetap semangat, batuk menahun takkan menghentikanmu, tidak sekalipun aku.
Kita akan menjadi globetrotter seperti impian kita
:)

Jumat, 24 Februari 2012

Dio's Whisper

Dia lalu menjejakkan langkah terakhirnya, menuju penghujung, lalu terduduk diam di tepian waktu. Kedua tangannya lekat di permukaan, di samping kedua pahanya. Ia menatap kebawah, matanya mencari-cari, "Ia-lah sang terkasih", gumamnya. Lalu mengapa semuanya lantas melebur menjadi cahaya, silau, mata tak mampu menampung kilaunya, sejenak buta, detik itu juga ia tak mampu mendengar apa-apa?

Kamis, 23 Februari 2012

Sedang amat tak nyaman di sini, belum bisa mendamaikan diri agar bisa menulis lagi . .
mungkin besok, atau lusa.
Tidak, segera!
:)

Senin, 02 Januari 2012

Reeflekshun

"Tapi sebelah mataku yang lain menyadari gelap adalah teman setia, dari waktu waktu yang hilang "
-ERK-

Yah, baru setelah beberapa langkah di bulan-bulan penhujung tahun kemarin aku bisa menyadari.
Menyadari mengapa berjalan kaki bersama hujan - yang kadang di benci banyak orang - merupakan ereksi ternikmat bagiku. Menyadari mengapa berbaring sendiri di kamarku yang tak jauh lebih nyaman dari gudang yang dipenuhi sarang laba-laba, juga debu, adalah delirium yang selalu mengajakku memutar langkah, sejenak melangkah ke belakang, kembali menyusuri sungai sejarah, di mana hidupku tak selalu bening - kadang keruh, dipenuhi bebatuan, lumut, juga pasang-surut hiruk-pikuk berbagai macam kehidupan lainnya.

Minggu, 27 November 2011

#1

27 November 2011
01:54 A.M

"But i'm down to my last, i'm standing here alone.
Looking back, on it all.
But i'm down to my last, i'm ready but i'm wrong.
And i'm blind to it all"
-Alterbridge / Down to My Last-

Seharusnya telah kesekian tahun yang menjadi pembatas buku untuk cerita kita, cerita yang takkan habis, atau seharusnya seperti itu, juga.
Meski tak bersama, kau tetap meluangkan waktumu untuk memahami dan merefleksi kita.
Aku sendirian di sini dan terus terbakar habis dan tak lama lagi menjadi abu.
Kau di sana, juga sendirian, berbaring lemah dengan nafas yang semakin cepat dan detakan jantung yang semakin kuat, juga airmata yang tak kunjung terputus, semoga kenangan-kenangan itu tak terpecah ke dalam tangismu, lalu kemudian mengering di bagian bahu bajumu, tempatmu biasa menghapus airmatamu.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-