Senin, 17 Januari 2011

Ultimatum Untuk Sang Jenderal

Bermula dari konspirasi anjing si tuan tanah
kenistaan dan penghancuran pun berjalan
berderap bersama langkah ketidakadilan
ditengah tatapan tajam mata para pecundang
hidup dan impian kami pun, luluh-lantak



komando bukan lagi hal yang asing baginya
semuanya telah ia sodomi
dari hal-hal tetek bengek sampai langkah strategis negaranya
yang tanpa henti dihisapnya sambil bersandar pada pengawalnya
tanpa lupa menghisap kemaluan rekan bisnisnya

Ia anggap ia telah menjadi orang yang berbeda
padahaldari dulu ia memang berkelamin kapital-birokrat
hanya saja menyembunyikannya dibalik celana dalam penuh sperma nya
agar lajang-lajang tak bermasa depan dapat ia naiki sepuasnya

mungkin ritme kecil kami ia anggap kentut
yang sebenarnya tak ia sadari detakannya
akan membawa gempa yang cukup besar
untuk meruntuhkan kerajaannya
membawanya pergi dari kenyataan

mungkin keringat dan airmata kami ia anggap setetes embun
yang menghaluskan penderitaan menjadi keindahan
menyembunyikan setiap tetes darah rakyatnya
yang ia biarkan menggenang di kloset WC mewah nya


hahahahaha, Sial....
WC, kendaraan, rumah dan semua barang mewahnya
ia beli dengan kehormatan dan esensi hidup kami sebagai manusia
ia beli dengan uang hasil menjual nenekku di rumah prostitusi
ia beli dari setiap rahim wanita yang pernah ia tunggangi
ia beli dari hari-hari penderitaan kita yang tak berujung

Asalkan tahu saja
kebenaran takkan pernah diam
meskipun artileri membungkam; kami takkan mendekam
kepal tangan kiri akan tetap menghantam langit kelam
teriakan kami takkan terputus dan takkan habis suara ini meski menjelang malam


Silahkan ambil semua dari kami
namun tak ada satupun alasan rasional
yang dapat mempertegas nafsumu yang berteriak
setengah mati mengambil otak dan nurani kami

karena akan terus melekat di hati kami
semua penghinaan dan penderitaan yang kau beri
setiap darah yang diteteskan torehan pelurumu
akan terus berpikir cara melawan dan menghancurkanmu
dengan semua kultur yang kau ciptakan
dan smua kesemuan realita
yang kau sodorkan dan jejalkan di tengorokan kami
hingga kau ditelan realita dan keluar melalui anus sang waktu

Kau takkan tahu bahwa sejarah telah merencanakan sebuah kehancuran besar untukmu
saat itulah kami akan tertawa terbahak-bahak
dengan darah dan keringat menucur
serta sumpah serapah terselip - melontar
mungkin dengan sedikit ekstra lebam diwajahmu dari kepalan kami...

TUNGGU SAJA !!!
mungkin sekarang kami masih kau bungkam dengan moncong senjata dan keterpaksaan

Tapi INGAT !!
Pikiran dan Nurani kami TAKKAN terenggut olleh apapun
HANTU ini akan tetap berkeliaran..
sampai saat yang telah disilang merah oleh sejarah

Bersatulah !!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengomentari :)

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-