Senin, 04 Juli 2011

Hey, Jangan Kau Baca yah?

Aku pernah memiliki ribuan malam, lengkap dengan jutaan cerita tiap malamnya, juga dekapan angin yang hilir mudik di tiap tempat yang kudatangi. Entah aku sedang duduk, berjalan, berlari, ia selalu ada bahkan ketika aku sedang tak melakukan apa-apa.
Aku saja heran mengapa ia begitu setianya menemaniku, ia hampir tak pernah melepasku, namun ia juga hampir tak pernah membuatku tak kedinginan. Menyakitiku sekaligus menemaniku, hm, setidaknya aku harus sedikit bersyukur akan itu.


Aku pernah mendengar seorang anak berteriak kegirangan ketika ibunya membelikannya mainan yang ia sukai. Aku juga pernah sekali, melihatnya berlari kecil ketika ibunya memanggilnya dibarengi sambutan kedua lengannya yang hangat. Mereka bilang ia pernah menangis hebat hingga suaranya habis dan matanya bengkak. Mereka bilang ia tak pernah bersyukur, padahal ia hanya tak bisa menjaga dengan baik. Ia selalu bersyukur. Untuk setiap senyuman yang orang berikan padanya, ia bersyukur tiket untuk hidup ia bisa dapatkan.
Aku juga pernah memiliki ratusan langit yang dihiasi bintang-bintan dan yang tercecer dari sungai langit. Beserta mimpi kecil untuk bertualang seperti di film kartun dan kejutan-kejutan yang menjadi paket perjalanannya. Juga amat menanti momen ketika aku telah mendapatkan harta karun perjalananku, yang pastinya akan ku dapat di ujung perjalananku, tepat di mana ia kumulai. Harta karun itu tak pernah jauh, ia selalu ada tepat di ujung hidungmu.
Aku telah mengalami banyak hal dalam kurun kurang lebih 21 tahun ini. Banyak, dan ia membuatku menjadi seperti yang sekarang ini. Bukan hebat seperti superhero yang banyak bermunculan di Tv. Hanya seorang pecundang biasa yang tidak tahu siapa dirinya dan tak bisa membiarkan nafasnya mengalir saat tak seorangpun membutuhkannya.
Aku juga telah memutuskan untuk tidak terlalu berharap pada apa yang ingin kucapai. Aku hanya bisa menyumbangkan sebanyak mungkin keringat dan langkahku untuk itu. Setidaknya hal itu akan sedikit mengurangi sakit saat gagal dan memberi banyak ruang untuk introspeksi, bukannya menyesali.
Ayolah, aku ingin mengetahui ceritamu. Aku ingin membaca dongengmu. Aku ingin ada dalam kisah-kisahmu. Mengijinkanku atau tidak, kau yang bisa memutuskan. Aku hanya seorang bocah yang senang mendengar cerita dan kadang terlarut di dalamnya. Juga kadang bermimpi menjadi bagian darinya.
Hari ini kau butuh ketenangan, istirahatlah. Nafasmu masih akan panjang menuntunmu. Mimpimu bahkan masih terhitung jauh. Tak usah terlalu berusaha untuk membanggakan orang lain, cukup berusaha untuk membiarkan dirimu belajar banyak.
Tidurlah.
Dan, hey, ketika kau bangun, segeralah kumpulkan jiwamu, aku ingin bercerita.
J

2 komentar:

Terima kasih sudah mengomentari :)

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-