Tampilkan postingan dengan label Lady Arcus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lady Arcus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2011

Hujan dan Tipis


“unchained me, I need another chance to live..”
Raungan backingvocal almarhum The Rev pada lagu Afterlife bergaung di otakku dan juga menggema di pusat dadaku. Yah, rantai yang mengikatku memang belum sepenuhnya terlepas, ia masih lekat pada lubang di dadaku – yang semakin hari semakin membesar, pertanda aku punya beberapa detik lagi sebelum menjadi Hollow seutuhnya -  senantiasa mengintai setiap langkahku, bahkan mengentikannya – menghentakkan dirinya dan semakin mengeratkan simpulnya, sesaat sebalum kakiku merapatkan langkahnya. Aku telah mati, beribu-ribu tahun yang lalu, dan aku butuh kesempatan lain untuk hidup.

Rabu, 24 Agustus 2011

Semoga cepat sembuh; Kau dan Aku

"Ehem,."
dehemku perlahan, terlalu banyak lendir di dada, mungkin. Mungkin juga sedikit darah karena tadinya aku mendapati ludahku memerah. Sial, dia kembali, bersama bangkai yang terus membusuk dan berulat. Obat takkan pernah mampu menolong, karenanya, harus mengobati diri sendiri. Harus sembuh untuk bisa kembali menapaki jalan yang biasa kulalui, juga yang akan kulalui.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Salam Hangat


Ting . . .
Korek yang kupegang tiba-tiba terjatuh, membentur bibir gelas yang bulat, besar dan berwarna kuning. Ck, pertanda apa lagi ini. Sungguh tak menyenangkan di saat sepi dan dingin seperti ini. Dia sudah tertidur di kamarnya, tepat di sebelah, ya, di sebelah kiri hatiku, dan sangat nyenyak. Seharian ini energinya juga lumayan terkuras oleh beberapa macam aktifitas, dan semoga saja ia bisa senang karenanya. Hanya tak ingin energi yang kau lepaskan terbuang sia-sia oleh kecewa.

Selasa, 02 Agustus 2011

Hubungi Aku


“Terkadang aku tah tahu apa yang sebenarnya terjadi, utamanya pada hatiku…”
Lalu kemudian mengambil sepotong kerikil di dekat sepatunya, menggenggamnya sejenak lalu memilinnya, membiarkan kulit jemarinya merasakan permukaan kasar yang timbul, “Hmmmm.. mungkinkah hati itu seperti ini bila digenggam?”, pikirnya. Sedikit mengerang, ia bangkit dari duduknya dan membersihkan bagian belakang celananya dari rerumputan kering – potongan, helai demi helai. Sejenak ia menatap langit, “Maaf, aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Aku tak ingin mengganggu siapapun. Aku, itupun kalau bisa, ingin menjaga dia, mereka, dan diriku saja. Tak perlu apa-apa, bahkan ucapan terimakasih sekalipun, apalagi maaf. Aku memang tak kuat, malah keinginanku untuk menjaga jauh lebih kuat dibanding fisik dan mentalku…”, bisiknya perlahan, berharap angin akan membawanya memanjat untuk menyampaikannya ke langit..

Senin, 04 Juli 2011

Hey, Jangan Kau Baca yah?

Aku pernah memiliki ribuan malam, lengkap dengan jutaan cerita tiap malamnya, juga dekapan angin yang hilir mudik di tiap tempat yang kudatangi. Entah aku sedang duduk, berjalan, berlari, ia selalu ada bahkan ketika aku sedang tak melakukan apa-apa.
Aku saja heran mengapa ia begitu setianya menemaniku, ia hampir tak pernah melepasku, namun ia juga hampir tak pernah membuatku tak kedinginan. Menyakitiku sekaligus menemaniku, hm, setidaknya aku harus sedikit bersyukur akan itu.

Lapar

Apa yang begitu benar bagiku hingga kau harus memohon maaf padaku?
Apa yang begitu sempurna dariku hingga kau harus merasa cacat di hadapanku?
.
Sudahlah, mungkin memang hal yang tak kau ucapkan itu tak ada hubungannya denganku.
Semua kesibukanmu mungkin tak ada kaitannya sama sekali denganku.

Sabtu, 02 Juli 2011

I'll Come, for sure

Hey,
sudah se-lama apa kau menghabiskan keringatmu untuk yang satu ini.?
sudah se-banyak apa letih yang harus kau bayar dengan istirahat yang ogah-ogahan.?
sudah se-sering apa kau lupa pada kebutuhan tubuhmu sendiri.?

“And this is the moment I live for, I can smell the ocean air. Here I am, pouring my heart onto this rooftops, just a ghost to the world, that exactly, exactly what i mean.”
(Story of the Year – Anthem of Our Dying Day)

Demikian barisan lirik dari lagu yang kudengar dini hari ini. Masih juga belum bisa merapatkan mata ke layer-layer mimpiku. Sebenarnya mataku sudah memerah-meretak ditengah. Sekujur tubuhku sedikit letih oleh beberapa hal yang kusadari sedari kemarin. Aku masih belum bisa memberimu banyak. Aku bahkan belum tahu dimana kau biasa menetap, dan seperti yang kau katakan, aku takkan bertanya pada siapapun. Dalam novel “Sang Alkemis” karya jenius Paulo Coelho, ia menuliskan sepaket kata yang kira-kira bunyinya seperti ini, “Jika kau sangat menginginkan sesuatu, maka alam raya akan bersatu untuk membantumu meraihnya”. Dan aku sangat membutuhkan bantuannya saat ini.

Seperti yang kubilang, sudahi saja semua pembatas yang ada. Hentikan segala “terimakasih” dan “maaf”, kita masih bisa saling mengerti, dan kita takkan pernah sendirian. Entah mengapa, kau malah mulai merambah ke wilayah mimpiku untuk bertualang. Aku berharap bisa menemukanmu di tengah-tengah perjalananku, saat aku sedang sekarat, ransum telah tak tersisa, keletihan, dan kehilangan arah, aku berharap mungkin saja kau sedang bepergian pula ke tempat di mana aku berada saat itu dan kebetulan bertemu denganku di sudut jalan. Sungguh, kuharap kau-lah yang bisa menjadi P3K saat itu.

Aku senang kau bisa menyelami aktifitas yang menyenangkanmu. Aku akan mendukungmu sepenuhnya, meski saat ini masih ini yang bisa kulakukan. Bersabarlah, kumohon, aku masih butuh waktu untuk membenahi diriku, namun bukan untuk menjadi sempurna. Aku hanya ingin bisa melakukan hal-hal yang kuinginkan dan kubutuhkan. Aku bahkan tak ingin memakai kata-kata megah untuk mengatakan semua ini padamu. Aku ingin kau bisa mendengar dan membacaku, akupun sedang melakukan hal yang sama terhadapmu.

Tak usah bertanya “Siapa?”
Jangan tanyakan “Mengapa?”
Semua ini memang terjadi karena sebuah alasan, namun sayangnya, aku takkan pernah tahu, sepertinya.
Dan dalam masalah ini, alasan memang takkan dibutuhkan.
Karena untuk yang satu ini alasannya simple dan apa adanya.
Hanya karena, “aku memang mencintaimu”
Terdengar sepele dan lancang di telinga-telinga mewah, namun setidaknya, ini yang menjadikan kita tetap manusia.
Dan persetan semua pendapat orang mengenai apa yang kurasa ini.

P.S: aku menerima tantanganmu, dan terimakasih karena tidak memberikanku batasan waktu untuk berproses, hal ini yang sampai sekarang jarang kudapatkan dari orang lain.
Kau memang bukan orang lain.
Kau dekat.
Kau menyenangkan.
Dan menenangkan.
Terimakasih.
Ganbaree...
J

Kamis, 30 Juni 2011

:)

Tak usah bertanya bagaimana tetes hujan bisa menguap menjadi embun subuh bagai kristal dedaunan yang langka, kemudian tergerus cahaya yang terpecah..
Tak usah bertanya mengapa matahari tak pernah lelah mengingatkanmu akan pagi yang hangat di penghujung bulan keenam yang masih saja bisa membuatmu tersenyum..
Tak usah heran melihatku terbenam dalam sengsara sirkulasi hidupku yang hampir monoton, hampir tanpa kesenangan, belakangan ini, seandainya kau tak membuatku terkekeh kecil...
Jangan heran bila kau menemukan seseorang dengan berbagai ketakutannya sendiri, dan jangan heran jika ia termotivasi untuk mengalahkan ketakutannya, bukan untuk menjadi berani, hanya semata karena ia tertantang untuk mengalahkan ketakutan…
Jangan lagi pernah bertanya padaku, jawabannya sudah jelas…

Sudah kubilang, itu kau…
Terimakasih…

#np: "Warmness on the Soul - A7X
"

Kamis, 23 Juni 2011

Perkamen Pagi Buta

Untukmu yang sering tersakiti, atau pernah disakiti dengan luka yang menyayat dalam, lalu membengkak, mengering, gatal, dan membekas . . .

Untukmu yang pernah-sedang-telah dibuat menunggu, tanpa sedikitpun kabar, tanpa sedikitpun pijakan untuk berdiri setelah kau dijatuhkan, tanpa sekotak tisu untuk menyeka airmatamu yang sebenarnya kau teteskan percuma seandainya tak melegakanmu, tanpa sepasang tangan yang meraihmu ketika kau oleng dan terjatuh di tanah, kepalamu terbentur, kau tak sadarkan diri dengan berbagai luka di ingatanmu,   dan satu sakit di hatimu . . .

Iris #1

Seharian ini amat banyak kesenangan yang kulalui tanpa rencana dan persiapan sebelumnya, seperti biasa, aku hanya bisa termangu, menikmati semua sensasi di dalam dadaku, tanpa berkata sedikitpun. Aku selalu percaya, dengan cara ini, terkadang jauh lebih terasa, kesenangannya seakan berlipat hingga melebihi lipatan langit tadi sore, dan lebih banyak senyum yang kulihat dibanding bintang-bintang yang bertetangga di atas sana.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-