Sabtu, 20 Agustus 2011

Salam Hangat


Ting . . .
Korek yang kupegang tiba-tiba terjatuh, membentur bibir gelas yang bulat, besar dan berwarna kuning. Ck, pertanda apa lagi ini. Sungguh tak menyenangkan di saat sepi dan dingin seperti ini. Dia sudah tertidur di kamarnya, tepat di sebelah, ya, di sebelah kiri hatiku, dan sangat nyenyak. Seharian ini energinya juga lumayan terkuras oleh beberapa macam aktifitas, dan semoga saja ia bisa senang karenanya. Hanya tak ingin energi yang kau lepaskan terbuang sia-sia oleh kecewa.


Beberapa menit barusan, sebelum ia tertidur, kami sempat berbincang mengenai masa lalunya. Menciptakan kubah dingin dan tegang yang melekati langit-langit kamarku (dan mungkin juga kamarnya), memberi sentuhan atmosfir yang sedikit aneh. Aku harus berhati-hati dengan pertanyaanku yang super peka baginya. Dan untunglah dia bisa sedikit tenang menjawab. Maaf, aku terpaksa membuatmu seakan mengalaminya lagi, tapi aku serius ingin mengenalmu, dan oleh karena itu, masa lalumu juga termasuk di dalamnya. Jika ingin menyembuhkan luka, harus menyentuh bagian yang luka terlebih dahulu, bukan? Dan itulah yang ingin kucoba untuk lakukan, setidaknya hanya itu yang bisa kulakukan.

Ibu pernah berkata kalau mengetahui masa lalu seseorang adalah cara terbaik untuk mengenalnya dan membantunya. Setidaknya itu yang terus kulakukan selama ini dan memang betul-betul terbukti. Wanita gendut, setinggi bahu ku, dan dengan sebutir tonjolan mirip telur yang lekat di lehernya itu juga selalu membicarakannya denganku. Dan, malam ini, aku mengetahui sedikit lagi hal menganai masa lalumu, sedikit gugup memang, namun berhasil kuatasi. Ingin mengenalmu dengan baik, entah sejak kapan menjadi motivasiku, yang sialnya terkadang gagal kulakukan. Tapi tak apa, aku tahu, akan selalu ada milyaran kesempatan darimu, dan karena itu, terimakasih. Semoga aku bisa membantumu.

Malam ini terlalu singkat untuk diakhiri, rokok yang kuhisap pun belum bisa dibilang habis, dan aku ingin menikmati sedikit lagi semilir dingin malam dengan selimut bintang-bintang dan sedikit penerangan dari bulan 5 watt di langit kamarku.

Semoga kelak kau juga ingin mengenaliku, tanpa paksaan

Salam hangat . . .

2 komentar:

  1. Jika ingin menyembuhkan luka, harus menyentuh bagian yang luka terlebih dahulu,

    aku suka kalimat ini :)

    BalasHapus
  2. @raksaka Nala: Hhehe,. kudapat entah darimana,. kalu tidak salah dari Mbak Dee, favoritku,. :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah mengomentari :)

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-