Untukmu yang sering tersakiti, atau pernah disakiti dengan luka yang menyayat dalam, lalu membengkak, mengering, gatal, dan membekas . . .
Untukmu yang pernah-sedang-telah dibuat menunggu, tanpa sedikitpun kabar, tanpa sedikitpun pijakan untuk berdiri setelah kau dijatuhkan, tanpa sekotak tisu untuk menyeka airmatamu yang sebenarnya kau teteskan percuma seandainya tak melegakanmu, tanpa sepasang tangan yang meraihmu ketika kau oleng dan terjatuh di tanah, kepalamu terbentur, kau tak sadarkan diri dengan berbagai luka di ingatanmu, dan satu sakit di hatimu . . .
Ingatlah, bahwa tanpa senyumannya, kau masih bisa bersantai memandang langit sembari berbaring di rerumputan. Kau masih bisa menghirup nafas lautan saat kau menanti sunset yang bisa melepaskan penatmu. Bahkan segelas teh yang kau buat masih akan manjur sebagai antioksidan pelepas letihmu. Aku bukannya melarangmu untuk bersedih atas apa yang kau alami, kau dan aku sama-sama tahu itu alamiah. Aku hanya tak ingin kau terlalu lama duduk terdiam, tanah yang kau duduki sudah tak lagi lembab, ia sudah becek karena air matamu. Dan aku tak ingin kau redup karena hal-hal seperti itu . . .
Tanpa genggaman tangannya kau masih bisa berdiri kembali. Kau bisa berjalan, berlari ataupun melompat. Tetap bisa! Sedari kecil kau berusaha untuk belajar duduk, merangkak, berdiri, berlari dan melompat, hingga kau bisa melakukannya sendirian. Karena kau kuat demi setiap jatuh yang harus kau alami selama ini. Karena kau kuat demi ribuan lembar cerita yang telah kau torehkan. Dan kau kuat, karena kau mempunyai mimpi yang menantimu untuk mewujudkannya . . .
Ya! Mungkin dia telah berhasil mencuri perhatianmu, kerlingan matamu, rasa sayangmu, waktumu, aktifitasmu, tapi kau punya sesuatu yang takkan pernah bisa dicuri oleh siapapun, bahkan waktu. Sesuatu yang sangat kuat yang membuat mantra Patronus Harry Potter begitu kuat. Kau punya hasrat untuk bahagia dan mimpi yang lahir dari dasar hatimu. Takkan ada yang bisa mencurinya, sayang. Tak ada . . .
Semua yang kau telah alami memiliki warna tertentu yang kemudian akan terus menyelimutimu. Dan hingga saat ini sudah ada jutaan warna yang menemanimu. Ia mewarnai senyum ceri mu yang merekah. Ia mewarnai pipimu yang merona kemerahan. ia membuatmu menjadi pertunjukan warna yang membuat setiap penontonnya menahan nafas. Kau membagikan warnamu pada mereka. Kau membagikannya, yang takkan pernah habis . . .
Kau bukan hanya sebatas persinggahan, kau-lah pulau yang akan ramai disinggahi petualang hidup yang hanya membekali diri mereka dengan hasrat untuk mewujudkan mimpi. Kau-lah tempat di mana semua warna menyatu dan bersemayam pada rerumputan yang bergelombang tertiup angin, pada biru lautan yang berlari-beriringan-berirama dengan temponya sendiri, pada temaram senja terbenam di panggung horizon, pada lambaian tanganmu saat mengantarkan kepergian dengan doa “Semoga kau baik-baik saja, segeralah kembali . . .”
“Cahaya dibiaskan oleh milyaran titik-titik hujan dan membuat cahaya putih terpisah menjadi tujuh warna penyusunnya. Aku melihatmu dari sudut 4o derajat dimana kau melengkung karenanya. Untuk melihatmu, aku harus membelakangi matahari. Dan aku yakin, aku melihatmu sekarang . . .”
- Kuroi

patronusku pelangi ^_^
BalasHapusyeah,.
BalasHapusaku bisa melihatnya,.
:)
patronusku berwujud salamander dengan api hitamnya yang teramat panas,.
:)
Menyeramkan. Dementor.hha
BalasHapustak ada dementor yang se-keren itu,.
BalasHapuslagipula patronus tercipta dari kenangan yang sangat terasa,.
:)
-___-''
BalasHapushahahahahha,.
BalasHapus:D
tulisannya di-update lagi dong,.
:)