Hujan lagi, lalu becek lagi, lalu semua orang mulai memaki, lalu banjir lagi: cucianku belum lagi kering, dan semua orang semakin memaki.
Musim penghujan telah tiba, saatnya beristirahat dari aktifitas keseharian, saatnya menarik diri dan mengenang.
Sejenak merenggangkan persendian, lalu duduk rapi, sudah berapa tahun berlalu?
Kau selalu berjalan mengikuti arus masa depan, ironisnya kau seperti sedang koma. Di satu titik kau akan merasa kebosanan begitu keras menghantam, lalu kau akan terbangun, dan mendapati dirimu nyaris tak mengenali sekelilingmu.
Semuanya seperti begitu pesat berevolusi, dan kau tertinggal, maksudku, benakmu.
Kondisi fisikmu nyata-nyata berubah, dan kau sendiri bahkan tidak bisa mengenalinya.
Kadang heran, mengapa bisa se-tinggi ini, se-gemuk ini, se-kurus ini, se-kosong ini.
Tiba-tiba saja kita merasa hilang, keluar dari jalur yang membentang di lintasan waktu, tak berada di manapun, dan kemudian merasa tak pantas berada di manapun, kapanpun juga.
Dan kini, sedang mengamati perlahan bayangan yang ada di cermin, damn, apa yang terjadi pada diriku?
Aku bahkan sempat tak percaya bahwa inilah aku yang sekarang.
Mungkin diriku yang ada di titik waktu 4 tahun lalu begitu lekat.
Aku bahkan masih bisa membauinya.
Kutarik satu per satu album yang merekam segala ingatan, semuanya tersusun rapi, berdasarkan waktu kejadian.
Kubuka perlahan, aku mendapati segalanya begitu usang, tapi masih begitu jelas bagiku untuk mengingat, bahwa aku memang memiliki sifat ini; asosial.
Nafasku seketika menjadi lebih ringan, bakat ini sudah ada dalam diriku sejak kecil.
Mendadak, tanpa ku sadari, potongan pixel masa kecilku mulai menyerang, aku tak berkutik, hanya bisa memperhatikan.
All i can see is agony, and an endless pain,
and an inch of a black pitch where my inner dwells.
Aku mengerti.
Mengapa hiken ada padaku.
Ingatanku kian hari kian melemah.
Kadang mesti dibantu dengan bacaan ataupun lagu-lagu tertentu, itupun tak menjamin bisa mengingat kembali keseluruhan fragmen.
Sungguh, saat ini seperti terserang penyakit, entah apa, yang jelasnya aku merasa seperti baru saja terbangun dari koma yang berkepanjangan.
Aku tak tahu mengapa aku bisa menjadi begitu rileks dengan bunyi-bunyian dari jarum pendek jam di kamarku.
Saat ini sedang hujan, dan sialnya, atap kamarku bocor. Urghhh
Sedang malas untuk beranjak.
Aku menyematkan setiap malamku untuk menghangatkan dinginmu.
Pagi kuterbitkan untuk menghiasi kebosananmu, semangatlah.
Setiap detik yang kau habiskan menjadi atom-atom yang menyusun sel-sel dirimu.
Hold your inner fire smoothly,
Dance with your pain,
You're free
Hari Ini Kau Berusia 2 Tahun
3 tahun yang lalu

Aku menyematkan setiap malamku untuk menghangatkan dinginmu.
BalasHapusPagi kuterbitkan untuk menghiasi kebosananmu, semangatlah.
Setiap detik yang kau habiskan menjadi atom-atom yang menyusun sel-sel dirimu.
Hold your inner fire smoothly,
Dance with your pain,
You're free
suka sama kata2 ini :)
hahahha, makasih :)
BalasHapusBlum pernah bca buku yg gaya tulisannya kyk d blog ini, agak random sih, bingung -__-", atau jgn2 hobimu mmg bikin bingung anknya org, hahhaha :p
BalasHapusi write what i want to write :D
BalasHapusrandom gimana?
kurang mengerti, mohon pendapatnya qaqa :p