Tampilkan postingan dengan label Scarlet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scarlet. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Aku Sudah Mati

Tak perlu kubuka tulisan ini dengan ucapan atau sumpah serapah apapun.
Lidahku kelu, otakku melepuh, dan hatiku berteriak keras.
Ini bukan masalah "menjadi" yang biasa kau umbar.
Aku tak berminat...

Entah sekeras apa harus kuteriaki telingamu agar kau mendengar.
Entah sejauh mana matamu harus kucingkil agar kau bisa melihat.
Entah sedekat apa hatiku harus kusandingkan dengan hatimu agar kau merasai resonansi detakannya.
Entah seberapa berat nafasku yang harus kuhembuskan agar kau menghirupnya
Memasuki kerongkonganmu yang tersumbat keserakahan,
dan semoga saja mencapai hatimu yang diselimuti kabut ketidaktahuan...

Kau menciumku, sebelum mengantungi nafasku,
dan membuatku percaya,
bahwa Iblis adalah makhluk terindah yang pernah ada...

Minggu, 19 Juni 2011

Re-trace my own breath

Kakiku sedikit kram, juga hatiku.
Tubuhku gemetaran, juga jiwaku.
Aku sepertinya sedang tak jelas (lagi). Pantulan wajahku di cermin mengiyakan.
Aku sedang tak sadar, "Tepat", teriak mataku yang mulai sedikit membelalak, ingin menyalak.
Aku sedang tidak bersabar...

dan aku,
sedang diminta untuk menunggu...
momen yang bisa saja menjadi yang terakhir kalinya.
yah, hari ini, pukul 14.00, katanya...

dan aku sedang tidak berselera untuk menulis...
Aku hanya ingin mengingatkan diriku...
Apa yang sedang aku lakukan...
Menjelajah menembus malam, pagi dan sore hari...
Untuk menghirup ulang nafasku yang terbuang-tercaci kontaminasi...
untuk kembali mengumpulkan kepingan diriku, dan bertanya pada diriku...
Siapa kau sebenarnya?

Rabu, 01 Juni 2011

So, Dear . . .

Dia berbisik, "sayang,  maaf , kali ini aku harus pergi. Dan aku takkan kembali sebelum aku betul-betul siap untukmu."
Dan sejak semalam, ia betul-betul pergi, ia bahkan tak menyisakan satupun langkah untuk kudengar derapnya. Jangankan itu, aku bahkan tak sempat melihat tungkai kakinya mengayunkan langkah, bagaimana mungkin, ia menyatakan untuk pergi di seberang sana, sebuah tempat yang terhubungkan oleh transmisi seluler menuju tempatku; ia di rumahnya. Dan ya, ia meneleponku. Ia meneleponku sampai pulsanya habis mendahului kata-kata yang ingin diucapkannya. Dan setelah itu aku tak menghubunginya lagi.
Tidak hingga siang ini . . .

Selasa, 31 Mei 2011

C yaa Later



Kali ini terbangun dengan perasaan sakit yang terbawa dari mimpi. Entah se-buruk apa mimpi yang kualami semalam, aku sudah lupa. Sejak terbangun tiba-tiba aku kebingungan mencari sesuatu yang tak kutahu persis apa. Sakitnya masih terasa hingga saat ini, dan pastinya akan membawa keburukan selama beberapa hari. Menghancurkan persediaan endorfin yang tersimpan. Sepertinya aku akan butuh banyak cokelat. Maksudku, amat banyak!

Selasa, 10 Mei 2011

Just . . . Try to read me


 “Kau pasti bisa . . .”
kalau aku bisa, takkan kubuat semuanya serumit ini.
kalau memang bisa,kau takkan perlu mengeluh dan malas untuk memikirkan.
kalau akan bisa, setiap pijak yang kulangkahkan takkan membawaku semakin dekat padamu, justeru menjauh.
Kalau mampu “bisa”, setiap detik yang kuhabiskan saat merenung takkan sedikitpun menyibakkan punggungmu.
Dan kalau pasti bisa, aku takkan se-gila ini.
sok tahu !

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-