Kamis, 30 Juni 2011

:)

Tak usah bertanya bagaimana tetes hujan bisa menguap menjadi embun subuh bagai kristal dedaunan yang langka, kemudian tergerus cahaya yang terpecah..
Tak usah bertanya mengapa matahari tak pernah lelah mengingatkanmu akan pagi yang hangat di penghujung bulan keenam yang masih saja bisa membuatmu tersenyum..
Tak usah heran melihatku terbenam dalam sengsara sirkulasi hidupku yang hampir monoton, hampir tanpa kesenangan, belakangan ini, seandainya kau tak membuatku terkekeh kecil...
Jangan heran bila kau menemukan seseorang dengan berbagai ketakutannya sendiri, dan jangan heran jika ia termotivasi untuk mengalahkan ketakutannya, bukan untuk menjadi berani, hanya semata karena ia tertantang untuk mengalahkan ketakutan
Jangan lagi pernah bertanya padaku, jawabannya sudah jelas…

Sudah kubilang, itu kau…
Terimakasih…

#np: "Warmness on the Soul - A7X
"

Jumat, 24 Juni 2011

Come, Vengeance

This is it?
Is here where i will stop?
Will i lay down here waiting for death to come home?
Will my spirit burn out right before your eyes?
It's not time that betrays me,
it's my own hope...
Oh, will you come to me, Vengeance?
I need your power, dear...
Feed me, keep me, stay with me...
Make me stronger...
So strong that i will stand still when reality knocks out,
and leave me in despair...
So strong that i will stop hanging my hope onto something,
right before i'm about to drown...
So strong that i will stay awake,
While i'm dead...
So strong that even Love wont hurt me,
and none will gets in me anymore...

Only you understands me and my desire...
Come now, Vengeance...
I'm all alone...

Kamis, 23 Juni 2011

Perkamen Pagi Buta

Untukmu yang sering tersakiti, atau pernah disakiti dengan luka yang menyayat dalam, lalu membengkak, mengering, gatal, dan membekas . . .

Untukmu yang pernah-sedang-telah dibuat menunggu, tanpa sedikitpun kabar, tanpa sedikitpun pijakan untuk berdiri setelah kau dijatuhkan, tanpa sekotak tisu untuk menyeka airmatamu yang sebenarnya kau teteskan percuma seandainya tak melegakanmu, tanpa sepasang tangan yang meraihmu ketika kau oleng dan terjatuh di tanah, kepalamu terbentur, kau tak sadarkan diri dengan berbagai luka di ingatanmu,   dan satu sakit di hatimu . . .

Iris #1

Seharian ini amat banyak kesenangan yang kulalui tanpa rencana dan persiapan sebelumnya, seperti biasa, aku hanya bisa termangu, menikmati semua sensasi di dalam dadaku, tanpa berkata sedikitpun. Aku selalu percaya, dengan cara ini, terkadang jauh lebih terasa, kesenangannya seakan berlipat hingga melebihi lipatan langit tadi sore, dan lebih banyak senyum yang kulihat dibanding bintang-bintang yang bertetangga di atas sana.

Senin, 20 Juni 2011

Aku Sudah Mati

Tak perlu kubuka tulisan ini dengan ucapan atau sumpah serapah apapun.
Lidahku kelu, otakku melepuh, dan hatiku berteriak keras.
Ini bukan masalah "menjadi" yang biasa kau umbar.
Aku tak berminat...

Entah sekeras apa harus kuteriaki telingamu agar kau mendengar.
Entah sejauh mana matamu harus kucingkil agar kau bisa melihat.
Entah sedekat apa hatiku harus kusandingkan dengan hatimu agar kau merasai resonansi detakannya.
Entah seberapa berat nafasku yang harus kuhembuskan agar kau menghirupnya
Memasuki kerongkonganmu yang tersumbat keserakahan,
dan semoga saja mencapai hatimu yang diselimuti kabut ketidaktahuan...

Kau menciumku, sebelum mengantungi nafasku,
dan membuatku percaya,
bahwa Iblis adalah makhluk terindah yang pernah ada...

Minggu, 19 Juni 2011

Re-trace my own breath

Kakiku sedikit kram, juga hatiku.
Tubuhku gemetaran, juga jiwaku.
Aku sepertinya sedang tak jelas (lagi). Pantulan wajahku di cermin mengiyakan.
Aku sedang tak sadar, "Tepat", teriak mataku yang mulai sedikit membelalak, ingin menyalak.
Aku sedang tidak bersabar...

dan aku,
sedang diminta untuk menunggu...
momen yang bisa saja menjadi yang terakhir kalinya.
yah, hari ini, pukul 14.00, katanya...

dan aku sedang tidak berselera untuk menulis...
Aku hanya ingin mengingatkan diriku...
Apa yang sedang aku lakukan...
Menjelajah menembus malam, pagi dan sore hari...
Untuk menghirup ulang nafasku yang terbuang-tercaci kontaminasi...
untuk kembali mengumpulkan kepingan diriku, dan bertanya pada diriku...
Siapa kau sebenarnya?

Kamis, 02 Juni 2011

Time on My Own

Karpet ini agak dipenuhi debuhingga warna merahnya tak mampu lagi berujar tegas.
di atasnya beberapa kabel menjalar-melintang
dengan sedikit mendesis, kipas angin memuntahkan kesejukan,
agak membuatku sedikit dingin, sebenarnya..
 

Rabu, 01 Juni 2011

So, Dear . . .

Dia berbisik, "sayang,  maaf , kali ini aku harus pergi. Dan aku takkan kembali sebelum aku betul-betul siap untukmu."
Dan sejak semalam, ia betul-betul pergi, ia bahkan tak menyisakan satupun langkah untuk kudengar derapnya. Jangankan itu, aku bahkan tak sempat melihat tungkai kakinya mengayunkan langkah, bagaimana mungkin, ia menyatakan untuk pergi di seberang sana, sebuah tempat yang terhubungkan oleh transmisi seluler menuju tempatku; ia di rumahnya. Dan ya, ia meneleponku. Ia meneleponku sampai pulsanya habis mendahului kata-kata yang ingin diucapkannya. Dan setelah itu aku tak menghubunginya lagi.
Tidak hingga siang ini . . .

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-