Senin, 18 Juli 2011

In Loving Memory: SOLITUDE


Setelah setengah jam lebih berjalan, akhirnya ia sampai di tempat tujuan; sebuah kordinat di mana perasaannya terbawa oleh angin dan menggerakkan kakinya beserta segepok beban di pundaknya. Menyimpan jaket dan tas, sembari menenggak air mineral yang ia bawa pulang tadi untuk menemani perjalanannya, dan mengurangi dahaganya. Terkadang ia sejenak terdiam lalu memainkan botol air mineral yang dipegangnya. Ia memegang ujungnya lalu memutar, kemudian mengguncang-guncangnya. Tak pelak air di dalam botol itu menciptakan gelombang, lalu saling bertabrakan, dan voila; ia berhasil membuat butiran-butiran buih persis seperti yang biasa ia lihat di laut, hanya saja dalam versi yang lebih kecil dan sempit: di dalam botol! “Persis seperti manusia yang telah terguncang” , pikirnya. “Akan berbuih sejenak lalu menghilang entah kemana. Semangat semacam itulah yang selama ini selalu aku peroleh - persis setelah aku terguncang, dan terbentur pada diriku sendiri – memberiku nyala api yang serasa takkan padam, namun akhirnya kalah juga oleh angin yang semakin keras dan tak pandang bulu.lalu perlahan akan bergoyang kesana-kemari sebelum akhirnya menghilang, meninggalkan sedikit bara dan asap tipis di ujung sumbunya; namun dengan cepat meninggalkanku dalam kegelapan, sendirian . . .”

Jumat, 08 Juli 2011

Kepingan Diri #1

Kuroi,
Mengapa kau masih saja terdiam bersama langkahmu yang terhenti?
Mengapa kau masih saja terpenjara oleh pikiranmu yang juga terpenjara?
Kau sendiri sudah tahu kalau ini waktunya kembali bergerak mengikuti hukum alam.
Mengikuti tuntunan mimpimu yang sudah sedikit demi sedikit menjelang waktunya?
Sebaiknya kau melakukan sedikit pemanasan dan mulai melengkapi persiapan.

Rabu, 06 Juli 2011

Hey, Kuro!

“So come close, this is who we are
Come on you can be yourself
So come close, this is who we are
Come on you can be yourself again “
Yah, malam, atau tepatnya gerbang menuju pagi ini, lagi-lagi kutuntun dengan lagu yang belakangan ini semakin kejam menghentak. Kau jauh. Secara nyata, maupun maya. Sialan, aku paling sering terjebak dalam situasi penuh kebodohan seperti ini. Tak pernah kuminta apapun darimu selain untuk mendengarku dan membiarkanku seperti ini.

Senin, 04 Juli 2011

Hey, Jangan Kau Baca yah?

Aku pernah memiliki ribuan malam, lengkap dengan jutaan cerita tiap malamnya, juga dekapan angin yang hilir mudik di tiap tempat yang kudatangi. Entah aku sedang duduk, berjalan, berlari, ia selalu ada bahkan ketika aku sedang tak melakukan apa-apa.
Aku saja heran mengapa ia begitu setianya menemaniku, ia hampir tak pernah melepasku, namun ia juga hampir tak pernah membuatku tak kedinginan. Menyakitiku sekaligus menemaniku, hm, setidaknya aku harus sedikit bersyukur akan itu.

Lapar

Apa yang begitu benar bagiku hingga kau harus memohon maaf padaku?
Apa yang begitu sempurna dariku hingga kau harus merasa cacat di hadapanku?
.
Sudahlah, mungkin memang hal yang tak kau ucapkan itu tak ada hubungannya denganku.
Semua kesibukanmu mungkin tak ada kaitannya sama sekali denganku.

Sabtu, 02 Juli 2011

I'm Alive - Story of the Year

In the night I sit alone
Lifeless to the world I know
Faith loss long ago
In this graveyard I'm calling home
Carved into the stone
A diary of broken bones and
Words I should've known

Holding on to You - Story of the Year

Another year is gone so fast
Another life becomes the past
Under the weight of dreams
That I never thought would last
Feelings clash
And set a light across the globe
This window seat becomes my home
I lie awake for hours
Staring at the world below

Should i?

Should i stop doing this?
Should i declare that i'm out of here?
I wish u were here,
so i can whisper it in ur very own ear.
Whatever i feel onto you,

I'll Come, for sure

Hey,
sudah se-lama apa kau menghabiskan keringatmu untuk yang satu ini.?
sudah se-banyak apa letih yang harus kau bayar dengan istirahat yang ogah-ogahan.?
sudah se-sering apa kau lupa pada kebutuhan tubuhmu sendiri.?

“And this is the moment I live for, I can smell the ocean air. Here I am, pouring my heart onto this rooftops, just a ghost to the world, that exactly, exactly what i mean.”
(Story of the Year – Anthem of Our Dying Day)

Demikian barisan lirik dari lagu yang kudengar dini hari ini. Masih juga belum bisa merapatkan mata ke layer-layer mimpiku. Sebenarnya mataku sudah memerah-meretak ditengah. Sekujur tubuhku sedikit letih oleh beberapa hal yang kusadari sedari kemarin. Aku masih belum bisa memberimu banyak. Aku bahkan belum tahu dimana kau biasa menetap, dan seperti yang kau katakan, aku takkan bertanya pada siapapun. Dalam novel “Sang Alkemis” karya jenius Paulo Coelho, ia menuliskan sepaket kata yang kira-kira bunyinya seperti ini, “Jika kau sangat menginginkan sesuatu, maka alam raya akan bersatu untuk membantumu meraihnya”. Dan aku sangat membutuhkan bantuannya saat ini.

Seperti yang kubilang, sudahi saja semua pembatas yang ada. Hentikan segala “terimakasih” dan “maaf”, kita masih bisa saling mengerti, dan kita takkan pernah sendirian. Entah mengapa, kau malah mulai merambah ke wilayah mimpiku untuk bertualang. Aku berharap bisa menemukanmu di tengah-tengah perjalananku, saat aku sedang sekarat, ransum telah tak tersisa, keletihan, dan kehilangan arah, aku berharap mungkin saja kau sedang bepergian pula ke tempat di mana aku berada saat itu dan kebetulan bertemu denganku di sudut jalan. Sungguh, kuharap kau-lah yang bisa menjadi P3K saat itu.

Aku senang kau bisa menyelami aktifitas yang menyenangkanmu. Aku akan mendukungmu sepenuhnya, meski saat ini masih ini yang bisa kulakukan. Bersabarlah, kumohon, aku masih butuh waktu untuk membenahi diriku, namun bukan untuk menjadi sempurna. Aku hanya ingin bisa melakukan hal-hal yang kuinginkan dan kubutuhkan. Aku bahkan tak ingin memakai kata-kata megah untuk mengatakan semua ini padamu. Aku ingin kau bisa mendengar dan membacaku, akupun sedang melakukan hal yang sama terhadapmu.

Tak usah bertanya “Siapa?”
Jangan tanyakan “Mengapa?”
Semua ini memang terjadi karena sebuah alasan, namun sayangnya, aku takkan pernah tahu, sepertinya.
Dan dalam masalah ini, alasan memang takkan dibutuhkan.
Karena untuk yang satu ini alasannya simple dan apa adanya.
Hanya karena, “aku memang mencintaimu”
Terdengar sepele dan lancang di telinga-telinga mewah, namun setidaknya, ini yang menjadikan kita tetap manusia.
Dan persetan semua pendapat orang mengenai apa yang kurasa ini.

P.S: aku menerima tantanganmu, dan terimakasih karena tidak memberikanku batasan waktu untuk berproses, hal ini yang sampai sekarang jarang kudapatkan dari orang lain.
Kau memang bukan orang lain.
Kau dekat.
Kau menyenangkan.
Dan menenangkan.
Terimakasih.
Ganbaree...
J

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-