Minggu, 09 Februari 2014

Kau Terbangun, Hidupmu Tertidur.



Kau terbangun dari tidur, lalu kau menatap ke bagian atas dinding kamarmu.
Matamu tertuju pada jam dinding yang selalu memberimu kejutan: rasa lega, ataupun takut.

Kau terbangun dari tidur, berharap masih ada waktu semenit lagi untuk memejamkan matamu, mengambil istirahatmu, namun tidak, kau malah telah kehilangan beberapa menit, bahkan jam.

Sabtu, 01 Februari 2014

Bastard

Seorang anak haram, yang terlahir di subuh hari, ditinggalkan oleh sang bapak, akan tetap menjadi anak haram dan sendiri.

Ia menjejakkan langkah dengan kekacauan yang sedang berusaha berdamai dengan tenangnya. tak lagi terasa letih, setiap langkah justeru semakin tak terasa, perlahan kakinya mulai mati rasa, ia tak lagi merasa hidup.
Beginikah rasa kematian? tanyanya pada debu yang beterbangan lalu lekat di sepatunya.
Kau tahu, kehilangan segalanya sama saja seperti mengalami kematian.
Tak ada lagi yang bisa kau perjuangkan, bahkan nafasmu.
Semangat untuk tetap melanjutkan langkah tak lagi menyala terang, semakin redup, seiring dengan paru-parumu yang tak lagi mampu memompa.

Lalu kau smpai pada titik di mana segalanya menjadi sia-sia, di mana kau menyadari bahwa kau hanyalah pengganggu, sebuah virus yang merusak hidup orang lain.
Segala sesuatu yang ada pada dirimu dipenuhi negativitas, dan sebaiknya tak berada di sekitar orang lain.
Kelahiranmu hanya bertujuan untuk membuatmu dibenci oleh siapapun yang paling kau pedulikan.
Kau hanyalah pembawa kehancuran, dan tak semestinya ada pada kehidupan orang lain.

Ya, lalu kau merasa bahwa kau akhirnya hanyalah Icarus.
Berusaha mencapai matahari dan tak pernah bisa.

Ia masih melangkah, berhenti untuk beberapa saat, teat di mana mereka dahulu bertemu.
Sebuah perempatan yang diguyur hujan dan berselimutkan langit malam.
Ya, di sini mereka bertemu.

Jaket cokelatnya basah, seluruh badannya telah basah, dingin tak lagi mengusik, anehnya.
tak memiliki apa-apa, segala yang ia kenakan di tubuhnya, setiap inchi-nya merupakan pemberian dari orang yang paling peduli padanya.
Ia dikira gila oleh orang-orang yang berlalu lalang.
Seorang pecundang yang terduduk di trotoar - membiarkan dirinya basah oleh hujan - dan tak punya tempat untuk kembali.

Segalanya, oh, segalanya.
Segalanya tak ada artinya saat ini.
Karena baginya, segalanya hanyalah perempuan kerdil yang senang bergelayut pada bahunya, bersembunyi di bawah ketiaknya.
dan segalanya telah pergi.

Sekarang, ia hanyalah serang anak yang tak memiliki apa-apa,
hanya letih dan nafasnya yang semakin berat.

Ibu benar, pikirnya.
Ketika kau mencintai seseorang, maka kau akan memberikan seluruh kekuatanmu padanya, dan ketika ia tak lagi ada, maka kau akan lemah, dan tak bertenaga.
Kau sekarat.
Ini adalah momen hidupmu di mana kau menyadari banya hal.
Satu menit dalam keadaan ini akan membuatmu mampu mengingat berjam-jam kesalahan yang kau perbuat dan sekarang tak lagi ada kesempatan untuk berbuat apa-apa.
Kau sekarat.
Ibu selalu memberimu semua kesempatan yang kau butuhkan.
Dan kau selalu menganggap seua orang yang peduli padamu akan berbuat sama.
Kau salah, mungkin Ibu adalah orang terkuat yang pernah kau jumpai di semesta ini.
Tak ada yang akan memberimu kesempatan sebanyak yang ia berikan padamu.
Lalu kini kau merasa sendiri, seonggok sampah di pinggir trotoar yang basah bermandikan hujan.
Kau sekarat.

Kini kau mengerti mengapa mereka dulu tak menginginkanmu.
Kini kau sadar, keberadaanmu hanyalah sebagai peniada.
Kehampaan adalah duniamu, dan terkurunglah kau di sana hingga kau membusuk.
Kau kehilangan hal yang paling berharga bagi dirimu dan hidupmu.
Kau sekarat.

Kau tahu, ada kalanya kau ingin mengutarakan banyak hal, tapi kau hanya punya waktu semenit.
Kerjasama macam apa yang dapat kau lakukan dengan dirimu untuk membuat semuanya keluar dengan tepat dan terwakili?
Aku menyayangimu.

Keane


"this could be the end of everything, so why don't we go somewhere only we know.."


- Keane

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-