Minggu, 04 Agustus 2013

Hei, Langit Malam

Hei, apa kabarmu, langit malam penuh misteri?
Lama tak bersua, kau semakin gelap dan dingin saja.
Senter dan selimut belum pernah cukup membantu sejauh ini.
Semoga kau baik-baik saja.
Kau harus baik-baik.

Kamis, 04 Juli 2013

Rindu Mimpi

Ah, senang juga, akhirnya bisa berbaring di bukit melankolis ini.
Tanah yang lembab berbaring bersamaku, jemariku menari mengikuti ayunan rumput yang menghampar di sekelilingku. Menatap langit di bawah bayang teduhnya pohon jambu memang menyenangkan. Sedikit memicingkan mata, serasa ada yang aneh. Aku melihat wajahnya terlukis di gumpalan awan yang perlahan berarak menjauh.

Beberapa hari berlalu, aku masih di sini, menatapnya dalam rindu.
Melamun dalam lelah membuatku tertidur.
Aku mendekap hangat yang ia titipkan.

Semoga ketika kuterbangun, ia ada di sampingku.

Selasa, 11 Juni 2013

Lets Take a Pause

Agak mendung, pagar kututup dari luar, mulai melangkah menuju ujung lorong. Bayanganku  nampak begitu tipis, serupa nafasku. Perlahan langkahku semakin miring, mencari jalan yang memiliki bayangan, terlindung dari sinar matahari. Sejenak berhenti, kutengadahkan kepalaku ke atas, di sini sudah semakin terang saja, ke mana mendung yang tadi? Debu serasa sama lekatnya dengan udara siang ini, aku pun merasa sedikit tak bersemangat sejak tadi.

Jumat, 07 Juni 2013

Kau, Hujan, dan Bangku Taman

Dingin mulai menusuk.
Aroma rumput basah pun semakin pekat terasa. Duduk di kursi ini adalah hal lain. Hal lain yang kadang menyenangkan. Angin mengalir masuk dan memeluk leher serta belakang kepalaku, sementara kipas angin di sampingku tak kunjung berhenti memperparah dingin hanya demi mengusir nyamuk. Ah, aku ingat sekarang.
Aku menemuinya di sini, bersama hujan yang sorai di luar.

Kamis, 06 Juni 2013

Pecahan Malam

Malam telah pecah, langit mulai retak.
Perlahan, pecahan mozaik-mozaik yang menyusunnya mulai jatuh satu persatu.
Sejenak hampa, lalu kembali bising.
Aku melihat bahumu semakin meninggi.
Perlahan memudar, lalu hilang bersama gelapnya malam.
Sampai jumpa esok, atau esoknya lagi, sungai langit.

Rabu, 05 Juni 2013

Kenang dan Hujan

Tanah masih sembab, katanya semalam langit sedang menangis.
Entah ia sedang bahagia - melihat apa yang ia miliki - atau bisa juga sedang bersedih karena kehilangan.
Tak ada yang tahu pasti, terkadang langit dan hujan bisa menjadi begitu misterius.
Seperti monyet kecil yang bergelayutan di betisku, memeluknya hangat.
Kadang terasa begitu sejuk ketika menatap matanya yang kelabu.
Aku senang berbaring di sini dan memandangnya seenakku, tanpa ia ketahui.
Kalaupun kedapatan, ya aku hanya bisa tersenyum kecil.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-