Rabu, 11 Juli 2012

Waktu-waktu milik kita, terpenjara

Hey, lihat, hampir semua orang tergesa-gesa, utamanya ketika malam bergulir di sela-sela embun pada kaca kendaraan umum tempatku terduduk mematung, memperhatikan semua yang ada disekeliling. Yang aku lihat, semua orang nampak letih dan ingin segera sampai ke tujuan.
Jangankan untuk peduli, untuk memperhatikan saja mereka telah kehabisan waktu. Sementara setiap milisekon hidup kita, dari pagi hingga bangun berikutnya, berubah menjadi jutaan produk yang sebenarnya tak begitu kita butuhkan. 
Tubuh kita memang telah bebas, tangan tak lagi dikekang, kaki tak lagi dirantai, bahkan punggung tak lagi dilucuti cambuk. Tapi waktu, ya, waktu yang kita miliki, hampir seluruhnya terpenjara, di balik jeruji otoritas yang dibelenggu rutinitas.
Untuk waktu yan terpenjara, kita berhak untuk marah.
Kita berhak untuk merebut kembali waktu-waktu kita yang terpenjara.
Rutinitas mesti hancur.

# sebuah catatan kala petang menjelang, pete-pete 07, pukul 18.32 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengomentari :)

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-