Akh, masih saja terkungkung, masih terpenjara, di rasa yang sama. Padahal seharusnya sudah bisa merobohkan tembok penjara rasa dan bisa keluar dengan tenang. Tapi tetap saja banyak halangan, ini-lah, itu-lah, apa-lah. Sialan! Untuk semua yang pernah kita alami, persetan semuanya! Mohon disobek, letakkan dalam kaleng bekas ikan sarden semalam, lalu bakar dan letakkan di depan kamar, di atas tembok yang biasa kau duduki, lalu kau, duduklah tepat dimana pintu biasa membuka-menutup, dan saksikan perlahan, sampah-sampah itu menyala, kuning bergaris merah dari tengah hingga di luarnya. Anggap saja ia kunang-kunang semasa mati lampu, yang sering kau kagumi selayaknya semug teh hangat kesukaanmu, dan -ku.