Senin, 02 Januari 2012

Reeflekshun

"Tapi sebelah mataku yang lain menyadari gelap adalah teman setia, dari waktu waktu yang hilang "
-ERK-

Yah, baru setelah beberapa langkah di bulan-bulan penhujung tahun kemarin aku bisa menyadari.
Menyadari mengapa berjalan kaki bersama hujan - yang kadang di benci banyak orang - merupakan ereksi ternikmat bagiku. Menyadari mengapa berbaring sendiri di kamarku yang tak jauh lebih nyaman dari gudang yang dipenuhi sarang laba-laba, juga debu, adalah delirium yang selalu mengajakku memutar langkah, sejenak melangkah ke belakang, kembali menyusuri sungai sejarah, di mana hidupku tak selalu bening - kadang keruh, dipenuhi bebatuan, lumut, juga pasang-surut hiruk-pikuk berbagai macam kehidupan lainnya.

Minggu, 27 November 2011

#1

27 November 2011
01:54 A.M

"But i'm down to my last, i'm standing here alone.
Looking back, on it all.
But i'm down to my last, i'm ready but i'm wrong.
And i'm blind to it all"
-Alterbridge / Down to My Last-

Seharusnya telah kesekian tahun yang menjadi pembatas buku untuk cerita kita, cerita yang takkan habis, atau seharusnya seperti itu, juga.
Meski tak bersama, kau tetap meluangkan waktumu untuk memahami dan merefleksi kita.
Aku sendirian di sini dan terus terbakar habis dan tak lama lagi menjadi abu.
Kau di sana, juga sendirian, berbaring lemah dengan nafas yang semakin cepat dan detakan jantung yang semakin kuat, juga airmata yang tak kunjung terputus, semoga kenangan-kenangan itu tak terpecah ke dalam tangismu, lalu kemudian mengering di bagian bahu bajumu, tempatmu biasa menghapus airmatamu.

Rabu, 02 November 2011

Welcome Home, November

Hey, sayang.
Bagaimana perjalananmu selama setahun ini?
Petualanganmu menyenangkan?
Cerita apa yang ingin kau bagikan kepadaku?
Sangat senang melihatmu datang kembali. tak sia-sia kutunggu sampai larut malam, di penghujung gerbang cakrawala yang menorehkan garisnya ketika aku mulai menguap karena kantuk tak tertahankan.
Apa kabarmu, sayang?

Sabtu, 29 Oktober 2011

Desember - ERK

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitam
Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,
Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

Rabu, 26 Oktober 2011

If Only

"Hey!", katanya. "Apa yang membuatmu begitu mudah meledak belakangan ini?"
"Entah apa yang mengguncang ketenanganku belakangan ini, Aku melupakan ketenangan yang dulu kau sarankan", jawabku sembari heran sendiri.
"Ayolah, lakukan hal-hal lain yang bisa membuatmu berpikir bahwa kaulah orang yang paling kesepian di dunia ini. Dan berhanti membenci sesuatu hanya karena ia tak sesuai dengan keinginanmu"

Yang dia katakan itu sama sekali tidak salah, malah berhasil menyumbat keras-kepalaku, lalu membungkam teriakan yang betul-betul menguras tenagaku.
"Maaf, mungkin memang kedengarannya mudah bagi saya untuk mengatakan ini padamu, tapi hanya ini yang bisa kulakukan untukmu sekarang.", ujarnya dengan penuh rasa bersalah.
Didera sedih yang semakin membuncah, aku, "Tak mengapa, aku tak berpikir seperti itu. waktumu memang terbatas untukku, dan itu bukan kesalahanmu. Sepertinya saya yang terlalu benyak berbuat kacau."

"Kelak, keluarga kita akan sangat menyenangkan", ucapnya dengan pipi yang memerah, "Semuanya pandai memasak. hahahaha..."
"yeah, semoga itu bukan sekedar keinginan belaka..."
Setelah itu terdiam, bersiap melangkah pergi, ia menegurku, "Hey"
punggungku tetap menghadap ke depan, perlahan kepalaku berbalik memandanginya, sungguh celaka kejadian yang membuat kita seperti ini, pikirku dengan bumbu penyesalan.
Ia melanjutkan, "Aku mencintaimu"

Kamis, 01 September 2011

Hujan dan Tipis


“unchained me, I need another chance to live..”
Raungan backingvocal almarhum The Rev pada lagu Afterlife bergaung di otakku dan juga menggema di pusat dadaku. Yah, rantai yang mengikatku memang belum sepenuhnya terlepas, ia masih lekat pada lubang di dadaku – yang semakin hari semakin membesar, pertanda aku punya beberapa detik lagi sebelum menjadi Hollow seutuhnya -  senantiasa mengintai setiap langkahku, bahkan mengentikannya – menghentakkan dirinya dan semakin mengeratkan simpulnya, sesaat sebalum kakiku merapatkan langkahnya. Aku telah mati, beribu-ribu tahun yang lalu, dan aku butuh kesempatan lain untuk hidup.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-