Minggu, 21 April 2013

Dan Aku Tahu

Malam saja sudah larut, apalagi pikiranku yang sedari tadi mengawang-awang, larut dalam diam.
Sunyi malam ini begitu memekakkan telinga, bahkan setetes air di atas atap kamarku pun menjadi begitu heboh.
Berbaring di sisi kanan kasurku, aku merentangkan kedua tanganku ke samping. Tangan kananku menutupi kedua matanya yang begitu lekat dengan kulitku. Ia juga berbaring di sampingku, menatap langit-langit kamar. Mungkin saja ia sedang membayangkan langit-langit ruang makan Hogwarts yang berselimutkan langit dan bintang.
Ia terpingkal sejenak lalu kembali terdiam.

Jumat, 12 April 2013

Hidupmu, bukan milikmu.


“ini adalah hidupmu”, katanya. Dan setiap detiknya adalah misteri, sebuah bom yang takkan kau ketahui kapan akan meledak, sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, entah kapan akan menabrak sesuatu, dan itu adalah hidupmu. Kau tak tahu kapan akan berakhir. Kemungkinannya adalah setiap saat. Ia mengucapkannya tanpa sedikitpun keraguan, ia betul-betul telah memahaminya. Rasa sakit pernah menghancurkan dirinya, dan sekarang ia berhasil berpijak dengan dirinya yang baru. Ada kagum yang kusematkan pada tatapanku untuknya.

Kamis, 14 Maret 2013

Trotoar


Terkadang saya berputar pada satu sirkuit, melewatinya tanpa henti hingga keringat dan letih menghampiri, dan saya masih tak tahu mengapa. Begitu banyak pertanyaan aneh yang bermunculan di waktu-waktu aneh pula, atau setidaknya tidak terduga. Ada banyak kemungkinan di tiap jalur yang dilalui sang waktu, setiap orang memiliki pilihan kemungkinannya masing-masing. Bentuk seperti apa yang kelak dapat diperoleh dengan menghubungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut?

Sabtu, 02 Maret 2013

La Vida Simille

Pendar cahaya lampu jalan menembus jendela kaca ruang tengah dan merambah ke permukaan kulit legamku, sesaat menyentuh lengan kursi sebelum berhasil mencapa jemariku. Sejenak merasa tak nyaman, terjebak, dan berdinding jeruji. Ada yang menghampiriku dari balik bahu ku, aku merasakan kakinya mengayun dan menjejakkan langkah di lantai. Tepat di belakang kursi yang kududuki ini.

Selasa, 08 Januari 2013

Madam Justice

Hello, dear lady.
A lovely evening, is it not?
Forgive me for intruding.  Perhaps you were intending to take a stroll.  Perhaps you were merely enjoying the view.
No matter.  I thought that it was time we had a little chat, you and I.
Ahh…I was forgetting that we are not properly introduced.
I do not have a name.  You can call me V.
Madam Justice…this is V.
V…this is Madam Justice.
Hello, Madam Justice.
“Good evening, V.”
There.  Now we know each other.  Actually, I’ve been a fan of yours for quite some time.  Oh, I know what you’re thinking…
“The poor boy has a crush on me…an adolescent infatuation.”
I beg your pardon, Madam.  It isn’t like that at all.
I’ve long admired you…albeit only from a distance.  I used to stare at you from the streets below when I was a child.
I’d say, to my father, “Who is that lady?” and he’d say, “That’s Madam Justice.”  And I’d say, “Isn’t she pretty.”
Please don’t think it was merely physical.  I know you’re not that sort of girl.  No, I loved you as a person. As an ideal.
That was a long time ago.  I’m afraid there’s someone else now…
“What?  V!  For shame!  You have betrayed me for some harlot, some vain and pouting hussy with painted lips and a knowing smile!”
I, Madam?  I beg to differ!  It was your infidelity that drove me to her arms!
Ah-ha!  That surprised you, didn’t it?  You thought I didn’t know about your little fling.  But I do.  I know everything!
Frankly, I wasn’t surprised when I found out.  You always did have an eye for a man in uniform.
“Uniform?  Why, I’m sure I don’t know what you’re talking about.  It was always you, V.  You were the only one…”
Liar!  Slut!  Whore!  Deny that you let him have his way with you, him with his armbands and jackboots!
Well?  Cat got your tongue?
Very well.  So you stand revealed at last.  You are no longer my Justice.  You are his Justice now.  You have bedded another.
Well, two can play at that game!
“Sob!  Choke!  Wh-who is she, V?  What is her name?”
Her name is Anarchy.  And she has taught me more as a mistress than you ever did!
She has taught me that justice is meaningless without freedom.  She is honest.  She makes no promises and breaks none.  Unlike you, Jezebel.
I used to wonder why you could never look me in the eye.  Now I know.
So goodbye, dear lady.  I would be saddened by our parting even now, save that you are no longer the woman that I once loved.
Here is a final gift.  I leave it at your feet.
The flames of freedom.  How lovely.  How just.  Ahh, my precious Anarchy…
“O beauty, ’til now I never knew thee.”


Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-