Jumat, 24 Mei 2013

Oh, Stella

Menjadi sebuah hari raya bagiku jika aku bertemu dengannya.
Tak ada masalah, aku bisa bangun jam berapapun selama ia ada di sampingku.
Aku tahu, ia selalu mengungguku terbangun, meski hanya untuk mengucapkan selamat pagi padaku.
Dan aku - seringnya - terbangun pada siang hari.

Sabtu, 18 Mei 2013

Jelaga Kenangan



Sedikit penat, kumainkan musik dari mp3 player-ku.
Mengiringi rehatku yang hanya sejenak.
Beberapa detik kemudian, ketika musik mulai mengalun, aku memejamkan mata. Sesaat gelap, lalu terang, namun sama hampanya. Rasanya aku tahu tempat ini, dan aku tahu beberapa saat lagi akan bermunculan jutaan lorong menuju masa-masa yang kuinginkan. Dan rasanya, untuk malam ini, aku ingin merajai rasa yang takluk oleh pion-pion kenangan pada sebuah taman yang begitu kukenal, dan sepertinya terletak tepat di belakang rumahku.

Malam Masih Panjang



Bintang timur sudah nampak sedari tadi.
Malam ini angin cukup dingin, dan aku kembali ke tengah puing kapal pecah ini.
Tempatku menghancurkan sesuatu dan membuat sesuatu yang baru lagi.
Berbaring di antara reruntuhan terasa sedikit lebih nyaman dari biasanya.
Dan di sini, malam ini pula aku pun perlahan runtuh, menjadi puing-puing dari sebuah kehancuran yang kelak melahirkan sesuatu yang baru.

Minggu, 12 Mei 2013

Terjaga



Subuh ini terasa aneh.
Belum beberapa jam tertidur, aku kembali terjaga, dan tidak kosong. Begitu banyak pertanyaan yang tiba-tiba menyergap batinku, dan membuatku sejenak hampa.
Sudah berapa banyak langkah yang telah kujejakkan hingga aku bisa sampai di sini?
Aku lantas pusing, mengingat banyaknya kemungkinan yang bisa saja membawaku ke tempat lain selain ruang tamu berukuran 6x4 ini. Maksudku, aku bisa saja mengenal orang-orang baru, dan bisa saja malam ini aku sedang begadang bersama mereka, bercerita mengenai sesuatu hingga kantuk menjelang.
Atau bisa saja aku sedang terduduk sendirian di tepi pantai di Honolulu, menikmati angin dingin menyambut pagi  yang hangat.
Belakangan ini, langkah teman-temankuku berhasil membuatku mempertanyakan milikku sendiri.
Apakah ini jalanku menuju ke tempat yang kuinginkan?

Minggu, 21 April 2013

Dan Aku Tahu

Malam saja sudah larut, apalagi pikiranku yang sedari tadi mengawang-awang, larut dalam diam.
Sunyi malam ini begitu memekakkan telinga, bahkan setetes air di atas atap kamarku pun menjadi begitu heboh.
Berbaring di sisi kanan kasurku, aku merentangkan kedua tanganku ke samping. Tangan kananku menutupi kedua matanya yang begitu lekat dengan kulitku. Ia juga berbaring di sampingku, menatap langit-langit kamar. Mungkin saja ia sedang membayangkan langit-langit ruang makan Hogwarts yang berselimutkan langit dan bintang.
Ia terpingkal sejenak lalu kembali terdiam.

Jumat, 12 April 2013

Hidupmu, bukan milikmu.


“ini adalah hidupmu”, katanya. Dan setiap detiknya adalah misteri, sebuah bom yang takkan kau ketahui kapan akan meledak, sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, entah kapan akan menabrak sesuatu, dan itu adalah hidupmu. Kau tak tahu kapan akan berakhir. Kemungkinannya adalah setiap saat. Ia mengucapkannya tanpa sedikitpun keraguan, ia betul-betul telah memahaminya. Rasa sakit pernah menghancurkan dirinya, dan sekarang ia berhasil berpijak dengan dirinya yang baru. Ada kagum yang kusematkan pada tatapanku untuknya.

Quotes

"There Is Nothing As Certain As An Uncertainty"
-Unknown-


"The Trick Is, To Live With Yourself Forever.."
-Sparrow-