Untukmu yang sering tersakiti, atau pernah disakiti dengan luka yang menyayat dalam, lalu membengkak, mengering, gatal, dan membekas . . .
Untukmu yang pernah-sedang-telah dibuat menunggu, tanpa sedikitpun kabar, tanpa sedikitpun pijakan untuk berdiri setelah kau dijatuhkan, tanpa sekotak tisu untuk menyeka airmatamu yang sebenarnya kau teteskan percuma seandainya tak melegakanmu, tanpa sepasang tangan yang meraihmu ketika kau oleng dan terjatuh di tanah, kepalamu terbentur, kau tak sadarkan diri dengan berbagai luka di ingatanmu, dan satu sakit di hatimu . . .
