"Anakku, aku ingin kau tumbuh dengan tekad seperti Icarus, bahkan ikuti keingintahuannya yang selalu meluap. Akan kubuatkan sepasang sayap lilin untukmu, terbanglah, menuju langit, raihlah matahari, bahkan jika sayapmu harus meleleh dan akhirnya kau terjatuh, menabrak tanah dengan keras. Rasai angin yang semakin dingin, juga sinar matahari yang makin panas jika kau semakin mengarah ke atas. Ya, mereka memang paradoks. Namun semuanya adalah dekapan yang membuat tubuhmu semakin kuat, lalu nafasmu pun menjadi semakin hangat. Kelak kau akan diharuskan untuk membagikan hangat kehidupan kepada mereka yang sedang terjatuh dan kedinginan. Anakku, semua tempat yang tertinggi maupun yang terendah memiliki suhu dan lingkungan yang ekstrim. Tak perlu takut, dan jangan tenggelam terlalu dalam ketika mengarungi kepedihan, bumi telah berjanji untuk selalu memberimu es krim. Kau adalah api yang menghangatkan semuanya, namun juga mampu membakar segalanya. Arungi dunia, kumpulkan kru mu sendiri, jangan berlutut, kau terlahir untuk berdiri tegak. Matahari pagi memberi kehidupan, matahari senja memberi tentram untuk kematian. Sampai jumpa, Ace."